345 Kamis, 27 Februari 2014 | 03:32:32

List 'Dosa' Penyewa Apartemen Level Pemula

list-dosa-penyewa-apartemen-level-pemula

Tinggal di apartemen yang berlokasi di tengah-tengah pusat kota memang praktis. Terlebih di kota besar seperti Jakarta, dengan tingkat kemacetan dan kesibukan yang tinggi, tinggal di apartemen menjadi salah satu pilihan. Belum lagi ditambah dengan fasilitas yang ditawarkan, membuat tinggal di apartemen semakin mudah.

Bagi Anda yang lajang, dan berencana untuk tinggal di apartemen, Anda wajib membaca beberapa penjelasan berikut agar tidak terjebak dalam 'dosa' bagi si penyewa apartemen level pemula. Apa saja? Simak penjelasannya berikut.

Pertama, menganggap remeh pembiayaan
Saat mencari rumah atau apartemen, hal yang paling utama yang harus Anda pikirkan adalah budget. Berapa banyak budget yang Anda punya? Yang harus Anda lakukan adalah menghitung pengeluaran bulanan, dan berapa banyak uang yang Anda keluarkan untuk menyewa apartemen. Kemudian, cari tahu berapa banyak apartemen yang bisa disewakan di lingkungan Anda dengan cara mencari di koran atau situs internet. Ini akan membantu Anda dalam memilih apartemen yang sesuai dengan budget yang Anda miliki.

Selain itu, Anda jangan mengabaikan biaya-biaya awal saat pindah ke apartemen. Seperti biaya tanda jadi untuk apartemen, uang jaminan dengan sewa satu bulan pertama, biaya listrik gas, tv kabel, telepon, hewan peliharaan jika punya, parkir, keamanan, dan jangan lupakan biaya perabotan baru Anda. Semua itu bila ditotal bisa mencapai USD4.000 atau Rp46 jutaan (kurs Rp11.644 per USD) untuk apartemen baru Anda.

Yang harus Anda ingat, jangan sekali-sekali bergantung pada kartu kredit untuk mendanai pengeluaran seperti ini. Anda tentu tidak ingin memulai kehidupan baru dengan dikejar-kejar utang akibat tingginya bunga. Karena sekali terjerat utang, akan sulit untuk melepaskan diri. Setelah semua biaya-biaya awal terlunasi, Anda juga belum bisa bernapas lega. Jangan lupa memperhitungkan biaya bulanan lainnya seperti tagihan listrik gas dan listrik, sampah, air, internet, Tv kabel dan telepon. Mulailah dari sekarang untuk membuat anggaran pengeluaran.

Kedua, tidak memiliki prioritas.
Sebelum memulai berburu apartemen, terlebih dahulu tulis daftar mana yang menjadi kebutuhan atau keinginan Anda. Ini berguna agar Anda tak menyesal dikemudian harinya. Tinggal di apartemen di tengah kota memang menawarkan pemandangan kota yang indah, namun semua itu jangan sampai harus Anda bayar dengan perjalanan yang melelahkan menuju tempat kerja yang jauh akibat salah memilih.

Ketiga, tidak mengecek apartemen secara detail sebelum pindah.
Sebelum menyewa apartemen pastikan Anda mengecek dengan benar ukuran apartemen Anda. Tentu Anda tidak menginginkan saat membeli sofa ternyata tidak muat masuk kedalam pintu apartemen Anda. Nyalakan air dan penyiram toilet untuk memastikan semuanya bisa digunakan dengan baik. Cek juga listrik seperti lampu, oven, AC, peralatan lainnya. Periksa juga lorong-lorong apartemen, area umum, dan tempat parkirnya apakah cukup bersih atau tidak? Selain itu cek juga mesin cuci dan pengeringnya, dan yang paling penting pastikan di kamar Anda dapat menerima sinyal dari ponsel Anda.

Periksa setiap kerusakan dan kecacatan yang ada dalam unit di apartemen Anda, foto bila perlu. Kemudian laporkan pada pihak apartemen agar bisa segera diperbaiki.

Keempat, tidak teliti membaca surat kontrak
Surat kontrak merupakan surat yang mengikat Anda secara hukum antara Anda dan pemilik apartemen. Anda harus memperhatikan baik-baik setiap poin yang terdapat di surat perjanjian. Mengenai biaya-biaya, denda jika terlambat membayar, atau perjanjian-perjanjian lainnya. Jangan khawatir untuk mengambil waktu yang lumayan lama untuk memikirkan surat kontrak ini.

Anda memiliki hak untuk membacanya dengan seksama sebelum menandatangani. Akan lebih bagus jika Anda juga berkonsultasi dengan pengacara Anda.

Dalam perjanjian sewa akan ada beberapa poin yang tertera. Di antaranya alamat apartemen, tenor sewa, jumlah uang sewa, jumlah uang jaminan, dan tanda tangan penyewa dan pemilik sewa. Belum lagi poin-poin tambahan seperti denda keterlambatan sewa, kebijakan untuk memiliki hewan peliharaan, kebijakan merenovasi apartemen, pinalti jika masa sewa belum habis, memiliki teman sekamar dari lawan jenis, atau memiliki alat musik. Sekali lagi, pastikan Anda membaca dengan baik semua poin perjanjian agar tidak terjadi miskomunikasi nantinya. Bila perlu, mintalah copy-an pada penyewa tentang hak dan tanggung jawab penyewa.

Kelima, tidak menanyakan kegunaan barang-barang utilitas yang disediakan pihak penyewa
Meja makan yang dilengkapi lilin romantis memang akan membuat cantik tampilan meja makan Anda. Tapi pikirkan lagi, apakah Anda akan menggunakannya tiap malam? Selain itu menggunakan air dingin saat mandi di pagi hari akankah sering Anda lakukan?

Mintalah pihak penyewa apartemen untuk menyalakan atau menyediakan fasilitas apa saja yang Anda butuhkan. Beberapa apartemen biasanya menyediakan layanan sampah dan air untuk penghuninya. Jangan lupa untuk sambungan listrik, TV kabel, telepon dan layanan internet. Pastikan Anda mencatat apa yang benar-benar Anda butuhkan, dan cari tahu siapa yang harus dihubungi. Jika tidak , tanyakan kepada penyewa mengenai nomor dan nama perusahaan utilitas lokal. Hubungi mereka setidaknya satu minggu sebelum Anda pindah ke apartemen, agar semua layanan dapat aktif sebelum Anda menempati apartemen.

Keenam, tidak memiliki asuransi
Hal ini boleh Anda lakukan kecuali Anda memiliki cukup uang untuk mengganti segala sesuatu sendiri. Seperti kasus pencurian, kebakaran, atau bencana lainnya. Dengan membayar premi asuransi mulai dar USD150 atau Rp1,7 juta hingga USD250 atau Rp2,9 juta pertahunnya, atau Anda bisa membayar lebih sesuai dengan lingkungan dan tingkat penghasilan Anda. Anda bisa menemukan polis asuransi dari situs internet untuk mendapatkan diskon atau memiliki lebih dari satu polis dari perusahaan.

Ketujuh, melupakan hal-hal 'kecil' untuk rumah
Saking sibuknya menyiapkan sambungan internet yang mahal untuk apartemen baru, Anda jadi melupakan hal-hal kecil dan mendasar yang ada dalam rumah. Atau Anda terlalu asyik menata apartemen dengan furnitur baru, sehingga Anda melupakan hal-hal kecil ini. Contohnya, tirai penutup kamar mandi, keranjang sampah, lampu, alat makan, rak buku, kaca rias, peralatan pembersih rumah, spons, handuk, karpet kamar mandi, senter, vacum cleaner, sapu, dan pengki. Sekaligus alat-alat seperti palu, tang dan obeng jika suatu saat diperlukan. (mut)


Sumber : Okezone

📄 View Comment

Bagikan:

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Referensi