421 Rabu, 25 November 2015 | 03:18:40

Tips Jitu Bangun Rumah Dengan Hitungan Hari

tips-jitu-bangun-rumah-dengan-hitungan-hariDesain Properti

Membangun rumah memang perlu mengeluarkan biaya yang cukup banyak, ditambah lagi upah tukang dan juga harga bahan material yang semakin hari mengalami kenaikan harga.

Tidak perlu repot untuk mencangkul dan mengaduk tanah, tak perlu bersusah-susah mengaduk semen untuk membangun konstruksi sebuah bangunan, karena saat ini telah di buat cara untuk membuat sebuah rumah dengan struktur beton yang berkualitas Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan pengerjaan yang cukup singkat dan dibangun dalam hitungan hari.

Pada Selasa, 9 September 2015 lalu, merupakan hari yang istimewa bagi penduduk desa Tanjung Anom, Mauk, Tangerang. Karenanya perusahaan semen ternama yaitu Indocement dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Habitat for Humanity akan mengganti 11 rumah warga yang terbuat dari gubuk reyot dengan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).

RISHA adalah rumah knock down dari hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) yang bekerja sama dengan Indocement. Rumah ini dibuat dari panel beton yang terbagi dalam tiga kategori dengan sesuai fungsinya yakni panel struktur, panel dinding, serta panel kusen.

Panel tersebut dipasang sedemikian rupa seperti layaknya mainan anak-anak Lego, yang hanya dengan cara menggunakan mur dan baut dan tanpa semen. Caranya cukup mudah, hanya dengan mengikuti instruksi yang ada. Tidak hanya orang kota dan pintar di bidang kontruksi saja yang bisa menggunakannya, orang yang awam konstruksi pun bisa membangunnya.

Untuk waktu pengerjaannya hanya beberapa hari saja, contohnya seperti satu rumah dengan tipe 33 bisa diselesaikan dalam waktu tiga hari saja. Untuk pengerjaan ini tak perlu orang yang mahir di bidang kontruksi orang yang belum dilatih sama sekalipu dapat langsung merakit hanya dengan melihat sekali.

Ketua Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kemenpupera, Arief Sabaruddin, mengatakan, Kami pernah meminta petani kakao di Pariaman untuk membangun sekolah dan berhasil. Sementara penghuni diberikan pelatihan perawatan, karena perawatan hanya mengecek saja takut adanya baut yang kendor, dan semacamnya.

Tak membutuhkan semen untuk membangun rumah ini,  Cukup satukan panel-panel tersebut dengan baut, Anda dapat langsung memiliki rumah berstandar nasional. Arief menjelaskan, bahwa RISHA telah dikembangkan sejak tahun 2004 dan melalui serangkaian uji coba dan akhirnya lulus, sebelum nantinya diperkenalkan secara luas kepada masyarakat. Untuk panel strukturnya juga didesain uagar dapat menahan beban rumah dua lantai.

Program RISHA ini sudah diuji di lab Puslitbang (Pusat Penelitian dan Pengembangan) pemukiman, lab yang terbesar di Asia Tenggara. Untuk studi alam telah dibangun di Aceh, puluhan ribu unit di sana, strukturnya baik dan bagus serta tidak ada masalah.  Selama lima tahun ini belum ada kendala apapun dan tidak ada masalah yang signifikan.”tandasnya.”

Untuk beban biayanya sama dengan biaya pembangunan rumah konvensional. Untuk satu tipe 33 yang dibangun di Tanjung Anom adalah sebesar Rp47 Juta. Namun biayanya bisa lebih murah setelah melewati Break Event Point (BEP). Bagi para produsen RISHA, BEP bisa dicapai setelah melewati produksi ke-500. Setelah itu, harga bisa diturunkan hingga 35 persen.

Sebelum BEP, ada biaya investasi cetakan dan peralatan. Apabila nantinya menjadi produk massal, saya yakin bisa bersaing. Kita juga pernah bangun sekolah di Garut. Dimana menggunakan dua cara satu konvensional dan yang satu menggunakan RISHA. Selisih biayanya hampir Rp100 Jutaan. Yang konvensional tiga kelas Rp300 Juta, sedangkan yang menggunakan RISHA hanya Rp200 Juta lebih sedikit,” kata Arief.

Ini karena kontrol kualitasnya lebih mudah, cukup di satu titik saja (produsen panel). Sementara untuk rumah konvensional lebih susah, harus diperiksa satu per satu dan dilihat dari hasilnya pun jauh berbeda sekali dengan yang konvensional dan RISHA, lebih rapi RISHA karena ada cetakannya.

 

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Bagikan:

Pencarian Referensi