298 Kamis, 08 Oktober 2015 | 03:56:30

Cara Mengetahui Apartemen Buatan Jepang di Indonesia

cara-mengetahui-apartemen-buatan-jepang-di-indonesiaHousing Estate

Negara yang terkenal dengan Negeri Sakura ini tidak pernah luput dari perbincangan para pengusaha properti, karena kualitas yang mereka miliki menjadi senjata utama yang paling andalan bagi Jepang agar dapat memenangkan persaingan bisnis di Indonesia, termasuk dalam susunan bisnis dan industri properti. Tak heran jika pengembang properti asal Negeri Sakura mampu mempertahankan kehadirannya dan mendapat semangat dari masyarakat Indonesia.

Disamping kualitas, ada bebarapa hal yang perlu di ketahui berhubungan denga langkah dan kinerja mereka dalam membangun properti di Indonesia, khususnya apartemen. Kelima hal itu sangat erat dan sangat identik, sehingga masyarakat tidak akan ragu lagi untuk memilih serta membeli apartemen yang dibangun pengembang Jepang.

Lima hal tersebut adalah :

1. Perizinan

Untuk masalah legalitas proyek apartemen serta properti lainnya, menjadi faktor utama yang diperhatikan dan diutamakan bagi para pengembang Jepang. Mereka tidak akan memulai pembangunan atau berani memasarkan produk yang mereka buat sebelum urusan legalitas selesai dengan baik dan tanpa adanya hambatan atau kendala suatu hari nanti.

Masalah legalitas itu terdiri atas 42 perizinan, meliputi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lokasi/Lahan (SP3L), Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT), Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), dan Surat Pengesahan Siteplan serta masih ada dokumen lainnya.

2. Komponen Lokal

Didalam pemilihan bahan material bangunan, developer Jepang akan selalu menggunakan komponen lokal dengan perbandingan yang lebih banyak daripada komponen impor. Terutama pada material yang berhubungan dengan susunan dan elemen ommamental.

Para developer Jepang memiliki standar tinggi menggunakan bahan material lokal. Mereka akan memilih bahan material dengan kualitas yang setara dengan produk impor. Misalnya, dalam pemilihan material semen, besi beton, marmer, saniter, dan cat dan lain sebagainya.

Meski berkualitas tinggi, pengembang Jepang tidak lantas menjual produknya dengan harga tinggi. Karena menurut pengembang Jepang kualitas merupakan kunci utama mereka untuk dapat memberikan yang terbaik kepada para konsumen dan juga rasa puas dan tidak salah memilih produk apartemen buatan Jepang. 3. Manajemen

Dilain sisi dengan sistem manajemen yang sangat rapi, baik, dan profesional sangat diperhatikan oleh para pengembang Jepang. Mereka akan memilih seumber daya manusia (SDM) dengan kemampuan dan kepintaran yang tinggi, serta sikap yang profesional untuk menerima ditempatkan pada posisi manajerial proyek.

Seperti manajemen saat persiapan, pembangunan proyek, pemasaran properti, serta layanan purna jual, sampai operasional saat properti dihuni, tidak dapat diragukan lagi kualitasnya. Mereka bisa memastikan, pembangunan akan selesai tepat waktu, operasional yang membuat nyaman para penghuni, serta adanya jaminan properti yang dikelola akan mendapatkan potensi investasi dengan nilai jual tinggi.

4. Sesuai Janji

Pengembang Jepang dalam hal mengembangkan properti mereka, selalu menepati janji dan sesuai dengan janjiyang mereka buat dan sepakati dengan para konsumen. Hal-hal yang terdapat dan tercantum di dalam brosur maupun keterangan para pemasar akan sesuai dengan kenyataan di  yang ada lapangan.

Misalnya saja pada komponen material yang digunakan, jadwal pengembangan yang tepat waktu, properti yang dikelola dengan baik dan rapi, hingga layanan purna jual demi kenyamanan dan kepuasan konsumen saat menghuni propertinya nanti.

5. Properti berkelanjutan

Para pengembang properti Jepang merencanakan bahwa properti yang akan mereka kembangkan nantinya akan dirancang berkelanjutan, ramah lingkungan, hemat energi, serta harmoni dengan alam sekitarnya.

Dengan begitu, para arsitek dan desain interior yang jasanya mereka gunakan tentunya memiliki keahlian dan perhatian penuh terhadap arsitektur berkelanjutan. Tidak hanya itu, Arsitektur berkelanjutan yang akan ditawarkan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan lokal dan aktual di mana pun proyek tersebut dibangun.

Khusus untuk penggunaan bahan material, walaupun sebagian berasal dari komponen lokal, namun pengembang Jepang akan lebih menekankan menggunakan material ramah lingkungan dan yang telah mendapatkan label hijau dari Green Building Council Indonesia, maupun lembaga lainnya.

 

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:

Pencarian Referensi