323 Selasa, 06 Oktober 2015 | 11:14:02

Tips Mudah Identifikasi Biaya Ektra Saat Beli Properti

tips-mudah-identifikasi-biaya-ektra-saat-beli-propertiPajak Com

Membeli properti memang mudah, tapi perlu di perhatikan biaya-biaya ekstra yang di kenakan pada saat membeli properti yang Anda inginkan.

Bagi para konsumen yang berminat untuk membeli properti, pasti sering mengajukan pertanyaan perihal biaya apa saja yang harus mereka tanggung. Bagi sebagian orang yang belum tahu, adanya biaya ekstra tentunya mengejutkan.

Guna memperjelas hal tersebut, berikut akan di jelaskan  biaya apa saja yang harus disiapkan oleh konsumen saat membeli properti.

Biaya untuk Bank

Saat mengajukan KPR, sebelumnya dari pihak bank akan melakukan pengecekan dan kelengkapan pada berkas yang membutuhkan biaya. Pertama ialah biaya appraisal atau survei aset properti.

Untuk Pengecekan sertifikat tanah dan harga jual properti yang akan dibeli harus disesuaikan terlebih dahulu dengan harga pasar yang berlaku saat itu.

Untuk tahap ini biasanya akan mengeluarkan biaya sekitar Rp 300.000 hingga Rp 750.000. Lalu, ada biaya provisi Bank yang harus di sisihkan, sebesar 0,5 - 1 persen dari total keseluruhan pinjaman. Berikutnya biaya administrasi bank, dimana biaya tersebut dikenakan sebesar Rp 250.000 - Rp 500.000 atau dapat dilihat dari persentasi total pinjaman.

Selain itu, ada biaya asuransi, yang meliputi asuransi jiwa yang nominalnya sebesar 1 - 2 persen dari total pinjaman serta asuransi Kebakaran dengan nilai 1 persen dari total pinjaman.

Biaya Notaris

Selain biaya bank, pembeli properti tentunya akan berhubungan dengan pihak notaris untuk pengurusan berbagai macam dokumen seperti akta jual beli dan sertifikat jual beli properti tersebut. Biaya jasa notaris pastinya akan menjadi tanggung jawab si pembeli.

Besar kecilnya biayanya akan dirinci sesuai dengan kebutuhan. Contohnya saja biaya pemeriksaan sertifikat, biaya untuk perjanjian kredit, biaya untuk balik nama pada sertipikat serta AJB (Akta Jual Beli), dan terakhir adalah biaya APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan).

Biaya Pajak

Biaya yang selanjutnya di kenakan untuk si pembeli adalah pajak, dimana biaya pajak tersebut menjadi biaya wajib yang harus di bayar pada saat melakukan pembelian properti, biaya pajak di kenakan untuk semua pembeli properti baik itu melalui KPR atau pun tidak, untuk biaya pajak tersebut menggunakan metode pembayaran tunai.

Untuk pajak pembeli dikenal sebagai BPHTB atau dapat di sebut dengan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Besarnya persentase untuk biaya tersebut adalah 5 persen yang dikalikan harga transaksi lalu dikurangi dengan nilai jual objek pajak tidak kena pajak (NJOPTKP). Untuk jumlahnya berbeda-beda sesuai ketentuan pemerintah setempat.

 

Sumber :Berita Satu

📄 View Comment

Bagikan:

Pencarian Referensi