299 Sabtu, 03 Oktober 2015 | 02:09:34

Tips Memilih Kayu Parket Yang Baik

tips-memilih-kayu-parket-yang-baikWordpress

Pada umumnya pemakaian parket menjadi pilihan bagi mereka yang menyukainya. Di Indonesia sendiri, terdapat dua macam jenis kayu untuk parket, diantaranya adalah kayu solid dan kayu olahan atau kayu hasil buatan sendiri. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Salah satu pemilik Muziparquet, Wong Tjun Sien, kayu solid adalah kayu utuh dari atas sampai bawah dengan tingkat ketebalan kira-kira 15 centimeter. Untuk jenis kayu parket yang sering atau biasa digunakan serta paling banyak dicari adalah Jati, Merbau, Kempas, Sonokeling.

Jenis macam kayu yang di sebutkan di atas sangat cocok untuk dibuat parket, karena mempunyai serat yang bagus. Selain itu, kayu-kayu tersebut tidak gampang rusak, melendung dan menyusut," tutur Wong.”

Beliau juga menuturkan, bahwa kayu-kayu tersebut sangat tahan lama dan juga tidak mudah dimakan oleh rayap. Untuk kayu solid yang akan di gunakan untuk parket tidak boleh asal, walaupun kayu solid tersebut memiliki tekstur keras, tidak semua kayu cocok untuk dibuat parket.

Kelebihan yang di miliki pada kayu solid, adalah dapat diberi lapisan yang berulang kali bahkan hingga 6 kali. Setiap kali finishing, ketebalan pada kayu solid akan berkurang satu milimeter. jika lima kali finishing, maka terkelupas lima milimeter.

Namun demikian, untuk waktu kayu solid agak panjang, apabila dipakai di rumah. Hal ini di karenakan adanya kegiatan orang yang sering berlalu lalang di rumah tidak banyak. Penghuni pun akan lebih hati-hati menggunakannya. Selain itu, kayu solid juga lebih kokoh dan tahan untuk menampung beban yang berat.

Meski begitu, kayu semacam ini bukannya tidak memiliki kekurangan. Kayu solid memiliki kekurangan yaitu tidak dpata digunakan untuk pemasangan pada lantai bawah tanah. Alasannya lantai ini memiliki kelembaban yang cukup tinggi dibandingkan dengan kelembaban pada lantai dasar.

Apabila uap airnya masuk ke kayu, nantinya kayu parket tersebut menjadi gelembung atau bengkak, jika sudah bengkak, pasti akan jelek dan  berantakan," tandasnya.”

Sedangkan pada kayu olahan, dapat menutupi kekurangan kayu solid. Kayu olahan tidak seperti kayu solid, kayu olahan hanya dilapis pada bagian atasnya saja. Kayu lebih stabil untuk teksturnya, sehingga dapat diletakkan di lantai manapun. Untuk harganya pun jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kayu solid.

Kayu olahan memiliki kekurangan, dimana struktur dari kayu olahan tersebut tidak sekokoh kayu solid yang strukturnya lebih tebal. Sedangkan untuk parket engineer hanya memiliki ketebalan sekitar 3 milimeter. Sehingga, hanya bisa di-finishing dua kali tidak boleh lebih

Jika dibuang dua kali, maka berkurangnya sebesar dua milimeter. Jadi untuk sisanya hanya satu milimeter dan ini tidak bisa di-finishing lagi, “ujarnya.”

 

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:

Pencarian Referensi