431 Kamis, 17 September 2015 | 05:57:39

Tips Bangun Kost Berjamaah

tips-bangun-kost-berjamaahblogspot

Pembangunan properti yang kian meningkat menjadikan harga properti makin hari makin mahal. Ditambah dengan lokasi-lokasi premium yang memiliki tingkat kenaikan harga sangat signifikan.

Kebutuhan akan tempat tinggal semakin hari semakin tinggi. Bagi yang belum mampu untuk membeli rumah sendiri, tinggal di tempat kost merupakan pilihan utama bagi mereka. Tapi, bagaimana sich caranya agar punya kost dengan modal sedikit?

Berjamaah ! Benar ! Properti yang makin hari makin mahal bisa di lakukan dengan metode berjamaah. Hal ini bisa dilihat dengan tehnik penjualan kondotel yang marak di beberapa kota di Indonesia.

Misalnya saja seperti hotel, dimana hanya terdapat 1 bangunan dan bisa dimiliki oleh banyak orang. Seperti Hotel yang memiliki beberapa unit kamar, dengan masing-masing dimiliki oleh satu orang. Mengapa tidak diaplikasikan pada rumah kost?

Contohnya, ada 10 orang di satu kondisi alias berjamaah bekerjasama mengumpulkan modal untuk membangun rumah kost 10 kamar di atas tanah 200 m2 dengan harga Rp2 juta per m2.

Dari total bangunan untuk 10 kamar, di perkirakan satu kamar 12 m2. Maka total bangunan pokok adalah 120 m2, lalu ditambah dapur, ruang tamu, ruang service masing-masing 12 m2 maka total 36 m2.

Dengan demikian, Jumlahkan dengan bangunan pokok 156 m2 dan dapat diperkirakan dua lantai. Rencana biaya bangunan termasuk furnitur Rp3 juta per m2 bangunan.

Dibawah ini contoh perhitungannya :

Jika Investasi lahan 200 m2 x Rp2 juta = Rp400 juta

RAB 156m2 x Rp3 juta = Rp420 juta (pembulatan)

Untuk Perencanaan, Perijinan, Pajak dan Operasional 20 persen = Rp160 juta (pembulatan)

Apabila ditotal maka investasi awal Rp980 juta (dibulatkan menjadi Rp1 miliar)

Di dapatkan keuntungan atau penghasilan per kamar adalah Rp1 juta. Maka pendapatan per bulan adalah Rp10 juta rupiah atau Rp120 juta rupiah per tahun. Pendapatan tersebut dikurangi dengan biaya operasional misalkan saja 50 persen dari total income. Maka per tahun biaya operasionalnya adalah Rp60 juta rupiah, dan dengan demikian pendapatan bersih yang akan di terimanya sebesar 60juta per tahun.

Penghasilan bersih = Rp60 juta

Investasi = Rp1 miliar

ROI per annual for cash flow = 6 persen

ROI per annual for fix asset = 15 persen

Total ROI = 21 persen

Rumah kost  tentu menghasilkan cash flow yang sekaligus bisa menghasikan capital flow. Jadi, perhitungan Return On Investment mencapai 21 persen (Dari cash flow 6 persen dan dari kenaikan properti 15 persen).

Persentase diatas Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kondotel yang biasa menawarkan 10 persen per annual tanpa diijinkan menikmati kenaikan harga asset.

Contoh perhitungan ini hanya ilustrasi saja dan angkanya sangat minimalis. Apalagi di tahun pertama, baru memperhitungkan cash flow harga tahun pertama.

Ditahun kedua, ketiga dan seterusnya, harga sewa juga akan naik. Tentu akan meningkatkan ROI for cash flow secara signifikan pula.

Untuk mensiasati modal Rp1 miliar agar ringan, maka 10 orang berjamaah Rp100 juta per orang. Mengikatkan diri dalam suatu perjanjian bersama-sama. Bila perlu dibuatkan badan usaha dan kepemilikan aset properti menjadi milik badan usaha.

Masih ingin berfikir untuk bisnis yang lain ? tidak ada salahnya untuk mempunyai bisnis rumah kost, karena telah terlihat incomenya dan pendapatan yang di terimanya.

 

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Bagikan:

Pencarian Referensi