451 Sabtu, 11 Juli 2015 | 01:09:22

Cara Mendapatkan Rumah Dengan Over Kredit

cara-mendapatkan-rumah-dengan-over-kreditusahaproperti

Over Kredit merupakan proses pengalihan kredit dari pihak debitur lama ke pihak debitur baru. Membeli rumah over kredit, seringkali menguntungkan karena tak jarang penjual menawarkan harga murah. Over kredit sering terjadi karena penjual mengalami keterpurukan financial, seperti tidak sanggup lagi membayar cicilan, kredit macet, atau pemilik memang sedang butuh uang.

Berikut cara mudah over kredit rumah

1. Over kredit melalui bank

Cara pertama, anda dan penjual bisa menghubungi bank untuk melakukan proses over kredit. Kemudian pihak bank akan melakukan appraisal ulang dan menganalisa kemampuan financial anda apakah layak untuk meneruskan angsuran pinjaman tersebut atau tidak.

Pada tahap ini, ada kemungkinan pengajuan aplikasi anda akan di tolak, khususnya jika bank menilai kemampuan keuangan anda tidak cukup layak. Jika di setujui, bank akan mengenai biaya over kredit dan biaya tambahan yang di perlukan seperti biaya Notaris, asuransi dan porvisi.

Setelah itu anda akan bertindak sebagai debitur baru menggantikan debitur lama dengan menandatangani perjanjian kredit baru, serta akta jual beli dan pengikatan jaminan (SKMHT). Proses ini menjadi cara yang paling aman dan terjamin secara hukum.

2. Melalui Notaris

Cara kedua, anda boleh menghubungi Notaris tanpa memberitahukan bank atau meggunakan Notaris bank itu sendiri. Caranya simpel, anda dan penjual mendatangi Notaris, dan beritahukan maksud anda untuk melakukan proses over kredit atas rumah penjual.

Setelah itu, Notaris akan mewajibkan anda untuk membawa dokumen yang di perlukan seperti foto copy perjanjian kredit, foto copy sertifikat yang ada stempel banknya, foto copy IMB, foto copy PBB terakhir yang sudah di bayar, foto copy bukti pembayaran angsuran, asli buku tabungan bernomor rekening untuk pembayaran angsuran, serta lengkap data penjual dan pembeli seperti KTP, kartu keluarga dan buku nikah.

Dalam proses ini Notaris akan mengeluarkan Akta Pengikatan Jual Beli atas pengalihan hak atas tanah dan bangunan serta Surat Kuasa Menjual dan Surat Kuasa Mengambil Sertifikat jika suat saat nanti angsuran sudah di lunaskan ke bank.

Dengan demikian walaupun sertifikat masih atas nama penjual, tapi karena hak sudah beralih maka penjual tidak berhak lagi untuk melunasi sendiri dan mengambil sertifikat ke bank. Pembeli baru akan menggantikan penjual untuk membayar angsuran dan berhak untuk menjual serta mengambil setifikat dengan menunjukkan akta-akta yang di berikan Notaris bila mana pelunasan sudah selesai.

3. Proses di bawah tangan

Cara terakhir, anda dan penjual bisa melakukan jual beli rumah dengan bukti kuitansi saja, atau membuat surat perjanjian antara kedua belah pihak bahwa jual beli telah di lakukan. Selanjutnya pembeli baru akan mengangsur rumah tersebut ke pihak bank. Biaya yang di keluarkan cukup murah karena hanya memerlukan kwitansi dan biaya materai saja.

Proses ini memiliki kekurangan dan kurang aman karena jual beli tidak di lakukan di depan Notaris. Rumah juga akan sulit di perjual belikan kembali sebelum terjadi pelunasan. Jika pelunasan telah selesai anda harus meminta bantuan penjual atau pihak pertama untuk mengambil sertifikat.

Jual beli di bawah tangan tidak di rekomendasikan bagi anda yang ingin jual-beli rumah, hal ini untuk menghindari permasalahan di kemudian hari.


Sumber : Usaha Properti

📄 View Comment

Bagikan:

Pencarian Referensi