5159 Sabtu, 30 Mei 2015 | 02:27:30

Sertifikat Tanah Hilang atau Terbakar, Ini Cara Mengurusnya

sertifikat-tanah-hilang-atau-terbakar-ini-cara-mengurusnyaHallo Properti

Musibah memang tak ada yang merencanakan sebelumnya, dan tak ingin ada satu manusia pun yang ingin musibah itu terjadi pada mereka. Namun jika musibah itu datang, seperti kebakaran atau gempa bumi, dan bisa jadi membuat dokumen-dokumen penting seperti sertifikat tanah menjadi ikut musnah atau hilang di dalam puing-puing reruntuhan.

Hal tersebut bisa saja dijadikan kesempatan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan memalsukan dokumen seperti sertifikat tanah yang hilang.

Jika tak ingin hal itu terjadi, segeralah mengurus dokumen berharga seperti sertifikat tanah yang hilang atau terbakar.

Berikut prosedur pengurusan sertifikat tanah yang hilang atau terbakar

  1. Buatlah keterangan tentang musibah yang terjadi, jika sertifikat hilang atau terbakar uruslah surat kehilangan terlebih dahulu ke kantor kepolisian setempat. Surat kehilangan dari kepolisian tersebut akan menjadi penguat dalam mengurus sertifikat yang baru.
  2.  Jika tanah tersebut sebelumnya adalah tanah girik maka mintalah salinan dokumen tanah girik ke Kelurahan setempat. Tanah girik adalah tanah yang belum bersertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), namun diakui oleh adat setempat.
  3. Mengurus surat keterangan tanah bebas sengketa dan surat-surat yang berkalitan lainnya sebelum tanah tersebut dibuat sertifikatnya ke Kelurahan setempat.
  4. Mengajukan permohonan kepada PPAT (Pegawai Pembuat Akta Tanah) untuk pembuatakan sertifikat baru atas tanah tersebut, serta melampirkan berkas-berkas yang diperlukan yang telah dijelaskan di atas.
  5. Memastikan kepada semua pihak yang terkait dalam pembuatan sertifikat baru, bahwa tidak ada yang menjadi penghalang diterbitkannya sertifikat tersebut, agar semua instansi yang berkaitan dapat segera menerbitkan sertifikatnya.
  6. Jika sertifikat baru telah diterbitkan, maka tugas kita yang terakhir adalah memeriksa dengan baik sertifikat tersebut, apakah semua yang tertulis didalamnya telah benar. Tujuannya untuk mempermudah jika ada kesalahan yang terjadi maka dapat segera dilakukan revisi oleh pihak terkait.

 

 

Sumber : L & J A Law Firm

📄 View Comment

Bagikan:

Pencarian Referensi