62 Selasa, 31 Maret 2015 | 04:38:00

Cara Kredit Rumah Bagi Pemilik Gaji UMR

cara-kredit-rumah-bagi-pemilik-gaji-umrIlustrasi

Tempat tinggal adalah hal yang sangat penting bagi semua orang, bagi orang yang tidak memiliki cukup uang untuk membelinya bahkan menyewa tempat untuk dijadikan sebagai tempat tinggal.

Menyewa rumah untuk dijadikan sebagai tempat tinggal memang tidak ada salahnya, akan tetapi dari pada anda mengeluarkan pengeluaran rutin untuk biaya tempat tinggal lebih baik anda mengalokasikan dana tersebut sebagai cicilan untuk memiliki rumah pribadi.

Untuk para pekerja yang hanya memiliki penghasilan sebatas UMR atau Upah Minimum Regional tidak perlu risau, karena anda masih bisa melakukan kredit rumah dengan mengandalkan program pemerintah yang saat ini sedang direalisasikan yaitu program sejuta rumah.

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bahwa suku bunga yang awalnya sebesar 7,25% turun menjadi 5%, selain itu juga meringankan DP sebesar 1% dan memberikan bantuan uang muka kepada pembeli sebesar Rp 4 juta.

Endy yang merupakan perencana keuangan, menjelaskan bahwa nasabah yang memiliki penghasilan diatas sepuluh juta cenderung memiliki banyak hutang dibandingkan dengan nasabah yang memiliki penghasilan dibawah sepuluh juta. Sehingga dengan kemudahan yang diberikan oleh pemerintah ini, sebaiknya anda menyisihkan sebanyak 30% dari gaji disisihkan untuk memiliki rumah.

Untuk kebutuhan yang lainnya, anda dapat meminimalisir dan melakukan efisiensi dalam pengaturannya. Hal tersebut demi kesejahteraan anda dikemudian hari.

Anda harus memanage keuangan serapih mungkin, selain itu anda juga harus mematuhi anggaran yang telah anda buat sendiri. Jika anda ingin memiliki tempat tinggal, maka anda harus mengorbankan kebiasan boros dalam hidup anda. Karena kelak anda akan merasakan hasilnya, ketika rumah tersebut sudah menjadi hak milik anda sepenuhnya.

Adapun alternatif yang dapat anda lakukan dalam mengatur keuangan anda adalah dengan cara membuat pos- pos pengeluaran. Misalnya 30% untuk membeli rumah, 10% untuk asuransi (jika belum disediakan dari gaji), 20% untuk membayar kewajiban, dan sisanya dapat anda gunakan untuk kebutuhan operasional anda.

Sumber : Okezone

 

📄 View Comment

Bagikan:

Pencarian Referensi