466 Sabtu, 07 Februari 2015 | 03:47:32

Prosedur Pembuatan Akta Jual Beli

prosedur-pembuatan-akta-jual-beliDaniputralaw

Jual- Beli properti merupakan investasi yang sangat menjanjikan pada saat ini, dan banyak orang yang berkecimpung dalam bidang tersebut. untuk kelancaran dalam jual beli properti ini, ada langkah- langkah yang harus di tempuh oleh penjual dan pembeli.

 

Yang akan dibahas kali ini yaitu tentang cara pembuatan akta jual beli. Adapun langkah- langkah yang harus dilakukan adalah :

 

  1. Melakukan Kesepakatan Jual – Beli

Yang dimaksud dengan melakukan kesepakatan jual beli adalah adanya pemilik properti dan yang akan membeli properti. Setelah adanya kesepakatan dari keduabelah pihak baik dalam segi harga, surat- surat, dan kondisi properti baru dapat dilakukan transaksi jual- beli.

 

Melakukan prosedur jual- beli secara benar harus berdasarkan prinsip Terang dan Tunai, terang artinya dilakukan dihadapan pejabat umum yang berwenang (seperti didepan notaries yang ditunjuk), dan yunai artinya dibayarkan secara tunai tanpa ada alasan apapun. Jadi apabila harga yang disepakati belum dibayarkan semua, maka proses tersebut belum bisa disebut sebagai proses jual- beli yang dilakukan secara benar.

 

  1. Pembuatan Akta Jual Beli

Setelah melakukan kesepakatan jual- beli yang mana dilakukan dihadapan pejabat yang berwenang, maka kita dapat melanjukan ketahap berikutnya yaitu pembuatan Akta Jual Beli (AJB).

 

Pembuatan Akta Jual Beli (AJB) dilakukan di kantor PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Pejabat tersebut dipilih langsung oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN), yang mana diberikan kewenangan untuk itu.

 

Untuk daerah- daerah yang belum cukup kantor PPAT- nya, dapat diserahkan kepada camat dalam pengurusan dan pembuatan akta jual beli ini.

 

Dalam pembuatan Akta Jual Beli (AJB), biasanya pejabat yang berwenang meminta persyaratan untuk pembuatan akta jual beli tersebut, diantaranya adalah :

 

  1. Data Tanah
  • Asli PBB 5 tahun terakhir
  • Asli sertifikat tanah
  • Asli IMB (Izin Mendirikan Bangunan)
  • Bukti pembayaran listrik, telepon dan air

 

  1. Data Perorangan
  • Copy KTP Suami dan Isti
  • Copy Kartu Keluarga dan Akta Nikah
  •  

Adapun hal- hal yang harus dipenuhi dalam pembuatan akta jual beli yaitu, pemeriksaan keaslian sertifikat di Badan Pertahanan Nasional (BPN),  penjual wajib membyar pajak sebesar 5% dari harga transaksi, dan penjual harus membayar pajak jual- beli.

Akta dibuat 2 lembar asli, satu lembar disimpan di Kantor PPAT dan satu lembar lainnya disampaikan ke Kantor Pertanahan untuk keperluan pendaftaran (balik nama).

  1. Memberikan salinan akta kepada penjual dan pembeli.

Langkah selanjutnya setelah pembuatan Akta Jual – Beli adalah pembuatan sertifikat. Petugas PPAT akan menyerahkan Akta Jual – Beli dan dokumen lainnya ke Badan Pertanahan Nasional.

📄 View Comment

Bagikan:

Pencarian Referensi