2417 Senin, 27 Oktober 2014 | 04:07:35

Beli Rumah KPR, Pertimbangkan Hal-hal Berikut

beli-rumah-kpr-pertimbangkan-hal-hal-berikutpieria

Mempunyai rumah memang bukanlah perkara mudah bagi sebagian orang. Lahan yang kian hari kian terbatas, dan juga harga lahan yang juga kian meroket, merupakan beberapa permasalahan dalam mewujudkan impian memiliki rumah

Pemerintah dengan salah satu programnya, yang merupakan bentuk upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian yaitu subsidi rumah dengan KPR. Wakil Sekretaris Jendral I Ikatan Arsitek Indonesia, yaitu Zakkie Muttaqien menjelaskan, rumah subsidi ataupun tak bersubsidi ,, pada dasaranya serupa apabila dipandang dari sisi kualitas dan juga mutu pembangunan.

“Sebutan rumah subsidi serta non-subsidi tersebut ialah usaha Kredit Pemilikan Rumah, umumnya rumah subsidi diperuntukkan kepada rumah yang murah dengan luas dan juga bentuk bangunan tertentu. Sedangkan non-subsidi, umumnya pengembang telah melakukan finishing yang berbeda sebagai kandungan estetika.

Selain harga, memang tidak ada perbedaan yang mencolok antara rumah subsidi serta non-subsidi. “Rumah subsidi didirikan oleh pengembang, dengan disokong dan disaranai oleh pemerintah. Selama pembangunannya sesuai, tidak ada problema. Rumah subsidi tersebut juga harus memenuhi beberapa persyaratan seperti nyaman, sehat, dan kuat, oleh sebab itu harus di uji terlebih dahulu. Sekali lagi, perbedaan secara struktur mungkin condong kepada segi variasi keindahan saja. Namun, hal tersebut juga relative. Selera pada tiap-tipa orang juga berbeda-beda,” ia menerangkan.

Tetapi, seperti membeli hunian pada umumnya, zakkie menerangkan beberapa pertimbangan sebelum anda memutuskan membeli KPR.

Infrastruktur Lingkungan
Pastikan wilayah tersebut bebas banjir, jangan langsung percaya pada tulisan di brosur, “calon konsumen dapat langsung mengecek lokasi keadaan lokasi tersebut, apakah berada di bawah atau di atas peil (batas ketinggian banjir), lewat PU Setempat.”

Selain itu, mengenai beberapa planning pembangunan permukiman belum terhubung ke seluruh akses, sebaiknya di cek juga jalur menuju tempat tersebut. “Terutama pada perumahan dari pemodal kecil, dikhawatirkan perencanaan dikerjakan hanya meliputi linkup komplek semata, tanpa memperhitungkan hal lain diluar kompleks.

Air
Pastikan aliran air baik, sehingga tidak terjadi rembes pada kamar mandi contohnya. “Hal tersbut memang sulit, sebab aliran air tertanam di bawah tanah, namun anda dapat menanyakan kemana saja aliran air itu mengalir, lalu siram dan pastikan air mengalir lancar di tempat keluarnya.

Sanitasi terintegrasi
Aturan seharusnya, septictank berjarak 14 meter dari sumber air atau sumur demi menghindari bakteri. “Nah pada hunian yang hanya memiliki lebar 52 meter dan panjang 10 meter, hal tersebut sangat sulit kan,”

Terlebih lagi anda tidak selalu mengetahui letak septictank milik tetangga anda, tentunya hal tersebut butuh koordinasi. “Selain itu, ada kemungkinan si empunya rumah menghabiskan lahan bebas belakang rumah. Jadi dinding rumah saling menempel dengan tetangga. Hal itu membuat rumah kian tidak sehat.

Masalahnya, tidak ada perputaran udara secara maksimal, dan bagian belakang rumah juga tidak terkena matahari. “Kemudian solusinya memasang AC, sebab takut pengap dan panas, dan pastinya akan meningkatkan pemakaian energi, nah akhirnya pemborosan lagi. Jika sirkulasi lancar, otomatis dapat membuat rumah menjadi sejuk juga,” tambahnya.

Sumber : tribunnews

📄 View Comment

Bagikan:

Pencarian Referensi