2836 Senin, 14 April 2014 | 01:58:07

Beda PPJB, PJB Dan AJB

beda-ppjb-pjb-dan-ajb

Ada berbagai istilah cara peralihan hak atas tanah dan bangunan yaitu Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), Pengikatan Jual Beli (PJB) serta Akta Jual Beli (AJB). Yang membedakan adalah proses dan bentuk perbuatan hukumnya. Berikut ulasannya

PPJB
Berisi kesepakatan penjual untuk mengikatkan diri akan menjual kepada pembeli dengan disertai pemberian tanda jadi atau uang muka berdasarkan kesepakatan. Juga tercantum  harga yang disepakati, kapan waktu pelunasan dan dibuatnya AJB. Selain pembuatan yang dibawah tangan, PPJB dilakukan karena suatu sebab tertentu seperti pembayaran harga belum lunas.

PJB
Alasan seperti belum lunasnya pembayaran harga jual beli dan belum dibayarkannya pajak-pajak yang timbul karena jual beli yang melatar belakangi terbitnya PJB yang digolongkan menjadi 2 yaitu

PJB Lunas
Pembeli sudah melunasi pembayaran kepada penjual namun belum bisa menerbitkan AJB karena beberapa sebab seperti pajak-pajak jual beli belum dibayarkan, sertifikat masih dalam pengurusan dan lain-lain.  Selain mencantumkan kapan AJB akan dilaksanakan dan persyaratannya, PJB lunas juga memberikan kuasa dari penjual kepada pembeli untuk menandatangani AJB, sehingga penandatanganan AJB tidak memerlukan kehadiran penjual. Umumnya PJB lunas dilakukan untuk transaksi atas objek jual beli yang berada diluar wilayah kerja Notaris/PPAT yang bersangkutan sehingga AJB bisa dibuat di hadapan PPAT dimana lokasi objek berada.

PJB Tidak Lunas
Pembeli belum melunasi pembayaran kepada penjual. Tercantum jumlah uang muka yang dibayarkan pada saat penandatanganan akta PJB, cara atau termin pembayaran, kapan pelunasan dan sanksi-sanksi yang disepakati apabila salah satu pihak wanprestasi.

AJB
Penerbitan AJB, akta otentik yang dibuat oleh PPAT untuk peralihan hak atas tanah dan bangunan, diatur melalui Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional (Perkaban) No. 08 Tahun 2012 Tentang Pendaftaran Tanah, dilakukan setelah seluruh pajak-pajak yang timbul karena jual beli sudah dibayarkan oleh para pihak sesuai dengan kewajibannya masing-masing. Langkah selanjutnya adalah mengajukan balik nama dimana nama di sertifikat  berganti dari penjual ke  pembeli sehingga hak yang melekat pada tanah dan bangunan sudah berpindah dari penjual kepada pembeli.

Sumber : Peluang Properti

📄 View Comment

Bagikan:

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Referensi