175 Rabu, 05 Februari 2014 | 04:04:00

Catat! 7 Hal Penting Dalam Memilih Perumahan

catat-7-hal-penting-dalam-memilih-perumahan

Karena membeli rumah harus cocok dengan pembeli, maka Anda yang berkehendak membeli rumah tentunya akan mencari rumah yang “cocok” dengan Anda. Saat ini ada banyak sekali rumah yang ditawarkan penjual, baik yang berada di dalam kompleks perumahan maupun di luar kompleks perumahan. Rumah-rumah itu ditawarkan oleh banyak pihak, antara lain pengembang perumahan itu sendiri, broker properti, dan orang yang akan menjual rumahnya.
 
Dalam memilih rumah di “perumahan / real estate”, yang perlu diingat adalah faktor lokasi sebagai faktor utama dalam memilih rumah. Setelah mendapatkan lokasinya, baru Anda menentukan perumahan mana yang akan Anda pilih. Agar tidak salah langkah dalam memilih perumahan, perhatikan hal berikut :
 
1. Siapa Pengembang atau Developer nya ?
Rumah yang dibeli melalui pengembang pada umumnya dipasarkan dalam kondisi rumah tersebut belum dibangun. Bahkan kadang tanah dimana rumah tersebut akan dibangun masih belum berbentuk, masih mentah. Hal ini berarti, pembeli membeli “janji” pengembang pada saat membeli. Cari informasi apakah pengembang yang bersangkutan tepat waktu dalam penyerahan rumah-rumah yang dipasarkan pada proyek sebelumnya. Termasuk apakah sertifikat atas rumah-rumah tersebut juga tepat waktu diberikan kepada pembeli.
 
2. Tema dan Masterplan Proyek Perumahan
Setiap pengembang telah menentukan tema dan masterplan proyek perumahannya. Keduanya merupakan identitas proyek perumahan. Hal ini dapat dilihat dari brosur atau promosi iklan mereka. Kalau tema dan masterplan-nya adalah kota hijau, maka di kawasan tersebut tentunya tidak dibangun industri. Sangat bijaksana apabila Anda memperhatikan tema dan masterplan dari perumahan tersebut selain model bangunan rumah yang Anda minati.
 
3. Bagaimana Suplai Air Bersihnya ?
Masalah air bersih di Jakarta dan kota besar lain tetap menjadi persoalan klasik. Hingga kini masalah tersebut belum terpecahkan, meskipun telah ada perusahaan air minum daerah (PDAM) beberapa di antaranya bekerja sama dengan perusahaan asing. Pasokan air bersih ke rumah warga sering tersendat, bahkan macet sama sekali. Kualitas air juga menjadi bahan keluhan. Dalam hal ini, air sumur tampak menjadi solusi. Alasannya, air sumur bisa dibilang gratis, di luar ongkos listrik untuk pompanya. Namun, tidak selamanya air sumur baik.
 
4. Kelengkapan Fasilitas Umum
Pada umumnya rumah di kompleks perumahan ditawarkan bersamaan dengan berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial, seperti seperti kolam renang, penampungan air, jaringan listrik, telepon, alat pemadam kebakaran, pengelolaan air limbah (sewage treatment plan), sarana ibadah, dan tempat kesehatan. Fasilitas itu memenuhi kebutuhan konsumen akan fungsi rumah dan juga gaya hidup. Pemilihan yang seksama tentang tingkat ketersediaan fasilitas akan memberikan peluang lebih besar untuk memperoleh capital gain. Umumnya pengembang menghindari pembangunan fasilitas lengkap sejak awal karena berpotensi merugikan pengembang dengan mengeluarkan biaya tinggi di awal, dan kalau ada resesi biaya tersebut tidak kembali.  
 
5. Kualitas
Tanpa adanya lembaga standarisasi seperti di negara maju, maka unit properti bisa dibangun dengan kualitas yang berbeda. Konon inilah salah satu kendala yang membuat bisnis efek beragun mortgage (mortgage-based securitization) sulit berkembang di Indonesia. Dalam kaitan ini, maka penting bagi calon pembeli rumah untuk mempertimbangkan aspek kualitas, baik kualitas fisik rumah, jalan, dan lingkungan.
 
6. Lihat Apakah Pengembang Menjalankan Divisi Manajemen Estate (ME)
Selain membangun fasilitas, kondisi fisik lingkungan dapat juga mempengaruhi nilai jual rumah di kemudian hari. Oleh karena itu, cari informasi mengenai rencana pengembang jangka panjang terhadap kawasan yang dikembangkan. Kantong-kantong lahan kosong harus dijaga agar tidak tiba-tiba berkembang menjadi daerah kumuh karena pengembangan yang tidak disiplin. Bagaimana langkah dan upaya pengembang agar harga rumah di kompleks tersebut tidak akan jatuh di kemudian hari, misalnya karena pemburukan lingkungan dan lain-lain. Hal ini bisa dilihat dari seberapa bagus divisi manajemen estate yang mengelola masalah-masalah seperti sampah, fasilitas, dan asosiasi pemilik.
 
7. Partisipasi Warga
Meski bukan jaminan, kerjasama antarwarga dapat membuat sebuah kompleks perumahan lebih nyaman dan aman dihuni. Oleh karena itu, pada umumnya pengembang menggalakkan partisipasi pemukim untuk berperan serta dalam menangani kebutuhan lingkungan. Misalnya, mendukung dibentuknya home owner association, seperti RT dan RW di perkampungan yang nantinya akan menangani masalah yang ada di dalam perumahan secara swadaya. Namun kadang-kadang upaya mobilisasi yang diprakarsai pengembang tidak berjalan baik. Kalau Anda sudah mengetahui kondisi lingkungan sebuah perumahan dan memutuskan untuk membeli rumah di wilayah itu, yakinkan Anda juga melihat pilihan perumahan lain yang ada di wilayah tersebut.
 
Sumber : Rumahku

📄 View Comment

Bagikan:

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Referensi