144 Senin, 18 November 2013 | 11:25:31

Pilih-pilih Rumah untuk Bisnis Homestay

pilih-pilih-rumah-untuk-bisnis-homestay

Membeli rumah untuk bisnis homestay tentunya berbeda dalam memilih rumah untuk hunian sendiri. Ada dua keuntungan yang bisa Anda dapatkan, yaitu mendapatkan keuntungan dan meningkatnya nilai aset dari rumah tersebut. Berbagai pertimbangan dalam membeli rumah untuk homestay adalah lokasi yang strategis, model arsitektur dan fungsi tata ruangnya. Rumah tersebut sekurang-kurangnya mempunyai luas 140 meter persegi, berlantai dua dan memiliki minimal tiga kamar tidur.

Membeli rumah adalah tindakan investasi yang menguntungkan. Karena harga tanah dan bangunan selalu mengalami lonjakan dari tahun ketahun. Kenaikan harga memang tergantung pada daerah dan lokasinya.  berkisar antara 18 % hingga 2%. Kalau pun tidak digunakan untuk bisnis  homestay tetap menguntungkan, karena selisih harga jualnya pasti sangat lumayan. Apalagi kalau rumah untuk bisnis homestay. Pastinya Anda tidak menunggu terlalu lama untuk mendapatkan profit dari rumah yang Anda beli.

Homestay sangat berkembang di daerah Yogyakarta. Tarifnya dihitung harian, yang artinya memungkinkan setiap hari Anda mendapatkan keuntungan. Berbeda dengan model bisnis kontrakan, kos kosan ataupun dijual. Umumnya, Anda akan mendapatkan profit dalam jangka waktu yang lama. Nilai keuntungannya juga lebih besar daripada model bisnis rumah tersebut. Enaknya lagi keuntungan itu akan mengalir tanpa batas waktu.
 
Selain kondisi bangunan rumah, cermati juga lingkungan sekitarnya. Misalnya akses jalan yang mudah dan lebar, setidaknya bisa untuk persimpangan dua mobil pribadi. Hindari rumah yang berasa di dekat kuburan, rumah tidak berlokasi di tanah yang kemiringannya sangat curam, tingkat kriminalitas rendah dan daerah berbahaya lainnya. Selain itu, pastikan legalitas dari rumah untuk bisnis homestay.

Jika tidak membeli secara kontan, Anda juga bisa membelinya secara kredit. Misalnya Anda membeli rumah dua lantai dengan harga 700 juta rupiah. Uang mukanya katakan 10 %, maka Anda harus menyelesaikan kredit senilai 630 juta rupiah. Biasanya Anda diberikan tenggat waktu untuk melunasi selama 15 tahun. Bila bunganya sekitar 8,5 %, maka per bulannya Anda harus mengangsur kredit sebesar Rp. 6.203.859 setiap bulannya. Bila Anda menetapkan harga sewa harian pada homestay sebesar 800 ribu. Jadi, untuk bisa mengansur setidaknya selama 8 hari homestay Anda terisi oleh tamu.

Bila Anda tidak memahami pemasaran homestay bisa menyerahkan pengelolaannya pada waralaba homestay. Anda tidak begitu terlalu dipusingkan oleh operasional dan biaya promosi. Homestay Anda juga bisa mendapat aliran tamu dari homestay jaringan waralaba tersebut. Secara otomatis tingkat hunian menjadi sangat tinggi. Anda tinggal menerima beresnya saja dan mendapatkan laporan serta kucuran rupiah.
 
Kalau harus mengelola sendiri, akan direpotkan dengan penyediaan fasilitas, mencari karyawan, pengelolaan dan promosi yang menjadi ujung tombak bisnis. Semakin banyaknya homestay tentunya akan memperbesar persaingan. Sehingga Anda harus pintar dalam melakukan promosi dan pemasaran.

Sumber : Property Kita

📄 View Comment

Bagikan:

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Referensi