73 Senin, 21 Oktober 2013 | 12:39:43

Ketentuan Pengajuan Permohonan Kredit

ketentuan-pengajuan-permohonan-kredit

Mencari pinjaman itu gampang-gampang susah. Bagai mencari jodoh, kepercayaan adalah kuncinya. Pihak yang meminjamkan uang itu–kreditur–butuh percaya bahwa Anda–debitur–akan melunasi utang itu tepat waktu sesuai kesepakatan. Proses dimulai dengan Anda mengajukan permohonan kredit. Tiap informasi yang Anda cantumkan dalam permohonan itu harus akurat dan jujur. Kalau ada yang tidak akurat atau menimbulkan interpretasi keliru, bisa-bisa Anda dianggap hendak menipu.

Lembaga kreditur lantas mengukur nilai kredit Anda. Beberapa kriteria berbeda mereka gunakan, sembari mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

  • Tujuan pinjaman. Kreditur butuh yakin bahwa pinjaman itu akan Anda gunakan untuk membiayai ventura yang segaris dengan kebijakan internal kreditur dan tidak melanggar hukum. Beberapa bank, misalnya, mungkin menolak mengucurkan pinjaman properti di negara yang aset-asetnya dianggap bernilai kelewat tinggi. Maklum, terlalu riskan bagi mereka kalau terjadi koreksi harga.
  • Jumlah pinjaman. Angkanya harusnya sepadan dengan skala ventura yang Anda rencanakan. Kalau pinjaman itu Anda gunakan untuk membeli suatu aset, kreditur akan meminta bukti tertulis harga aset itu. Kapabilitas keuangan Anda juga akan diukurnya. Bank tentu tidak ingin membiayai kelewat banyak, tapi juga tidak mau kelewat sedikit. Kredit yang terlalu kecil bisa-bisa berakibat kegagalan ventura, dan itu bisa berarti pelunasan utang terhambat.
  • Besarnya pinjaman juga tergantung rasio utang per nilai. Rasio itu, dalam persentase, diperoleh dari pembagian harga jual atau nilai yang ditakar dengan jumlah pinjaman. Katakanlah Anda ingin beli rumah seharga USD 500 ribu. Kreditur yang menggunakan rasio utang per nilai sebesar 80 persen akan meloloskan pinjaman maksimal USD 400 ribu. Anda harus sanggup menyediakan sendiri sisanya.
  • Kapasitas debitur. Kreditur akan memeriksa sejarah kredit, stabilitas pendapatan, karakter, dan kesehatan keuangan Anda. Ini bisa dilakukan dengan pengecekan informal lewat bankir dan kreditur lain yang pernah bertransaksi dengan Anda, atau lewat penyelidikan resmi di biro kredit atau Pengadilan Niaga.
  • Lazim pula kalau bank ingin tahu utang-utang lain yang masih Anda tanggung. Mereka butuh yakin bahwa Anda tidak menanggung beban utang terlalu besar. Proses penilaian biasanya dilakukan secara menyeluruh. Anda bisa saja diminta menyerahkan bukti tertulis informasi terkait, seperti slip gaji, kontrak kerja, SPT pajak, dan surat-surat kepemilikan aset. Pendapatan tersisa dan pengeluaran bulanan juga harus Anda laporkan. Informasi ini relevan untuk menilai secara akurat kemampuan Anda melunasi utang.
  • Jangka waktu pinjaman. Kreditur tentu saja akan menetapkan periode pembayaran sependek mungkin, dengan cicilan bulanan yang lebih tinggi namun dalam batas kesanggupan Anda. Mereka takkan mengulur-ulur jangka waktu pinjaman. Makin lama pelunasan utang, makin besar risiko terjadinya hal-hal tidak terduga, yang bisa saja menghambat kemampuan Anda melunasinya.
  • Jaminan. Berdasarkan sifat pinjaman dan besarnya risiko, kreditur mungkin saja meminta Anda untuk menjaminkan aset. Ini salah satu lapisan keamanan untuk kreditur. Di sejumlah kasus, jaminan yang cocok adalah faktor penting penentu disetujuinya pinjaman.


Begitu merasa nyaman dengan rating kredit Anda, kreditur akan menerbitkan Surat Persetujuan Prinsip Bersyarat (letter of offer). Surat itu menyebutkan jumlah pinjaman, jadwal pelunasan, suku bunga, biaya-biaya, serta beragam syarat dan ketentuan yang kreditur anggap cocok untuk diberlakukan pada Anda.

Bacalah dengan teliti Surat Persetujuan Prinsip Bersyarat itu. Pahami segala yang tercantum di dalamnya. Kalau ada yang membuat Anda ragu atau tidak paham, tanyakan pada kreditur atau konsultan keuangan. Carilah kejelasan sebelum Anda bubuhkan tanda tangan.

Sumber : Mywealth

📄 View Comment

Bagikan:

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Referensi