228 Rabu, 10 Juli 2013 | 01:59:03

Tips Mengadakan Open House

tips-mengadakan-open-house

Pilihlah waktu yang tepat. Biasanya, open house dilakukan di akhir pekan, di luar hari kerja. Namun, jika klien hanya dapat berkunjung di hari kerja, coba atur waktunya agar tercapai kompromi.

Rapihkan rumah dan pastikan keadaannya baik. Jaga agar kondisi properti baik dan patut dipertunjukkan. Sebelum mengadakan open house, Anda mungkin perlu merenovasi rumah Anda terlebih dahulu. Jangan lakukan open house jika kondisi properti tidak memadai, karena kesan buruk akan sulit dihilangkan, dan mungkin cepat menyebar ke calon pembeli yang lain.

Batasi durasi open house. Walaupun Anda tidak ingin menekan calon pembeli, berikan batasan waktu jika Anda menerima lebih dari 1 calon pembeli di hari yang sama. Beritahu calon pembeli, bahwa pesaing nya ingin berkunjung di hari yang sama. Boleh saja, ini dapat mendorong mereka untuk membuat keputusan yang lebih cepat.

Berikan ruang gerak. Ketika menemani calon pembeli ketika open house, pastikan Anda memberikan cukup ruang agar mereka merasa nyaman menginspeksi rumah  dan tidak merasa terus-menerus dibuntuti. Biarkan mereka menjelajahi ruangan-ruangan, namun tetap siaga ketika mereka memiliki pertanyaan yang perlu dijawab langsung.

Posisikan Anda dengan baik. Jika ditanya alasan Anda menjual properti, jangan berikan impresi kalau Anda diburu waktu, dalam keadaan terpaksa, atau karena kondisi rumah tidak baik. Ini semua akan membuat posisi Anda lemah ketika merundingkan harga. Yang dapat Anda katakan kepada mereka adalah “Sedang mencari rumah lain”.

Trik Bertanya. Biasanya, pihak yang lebih banyak bertanya, lebih dapat mengontrol situasi. Namun, dalam situasi Open House, ada trik-trik tertentu agar pertanyaan-pertanyaan Anda tidak terkesan interogatif. Selingi pertanyaan properti Anda dengan topik-topik ringan. Mulai dengan pertanyaan yang lebih mudah, berlanjut ke topik yang lebih serius. Dengarkan respon mereka. Amati dan perhatikan ketika menjalani percakapan dengan mereka. Jika Anda dapat melakukan ini dengan baik, maka hubungan yang baik akan terjalin dan Anda tetap mendapatkan informasi yang diinginkan.

Jangan membicarakan hal-hal yang negatif tentang agen atau agensi real estate mereka.Jika calon pembeli mengatakan mereka menyewa agen tertentu atau agensi tertentu, jangan berikan komentar yang negatif tentang hal tersebut. Kunci dari komunikasi ini adalah menemukan kesamaan, dan selanjutnya kesepakatan, dan menghilangkan faktor-faktor yang dapat meruncingkan perbedaan

Jangan pernah menegosiasikan harga secara verbal. Terakhir, adalah tips yang terpenting. Calon pembeli Anda mencoba mencari tahu kisaran harga jual properti Anda, dan akan mencoba menegosiasikan harga tersebut agar sesuai dengan keinginan mereka. Hindari ini. Pastikan semua perundingan harga dilakukan secara tertulis agar runtutannya tercatat dengan baik. Jika hanya melakukan tawar-menawar secara verbal, ada kemungkinan terjadinya salah paham, salah ucap yang dapat mendatangkan masalah. Oleh sebab itu, semua negosiasi harga, sebaiknya dilakukan secara tertulis.

Sumber : Rumah

📄 View Comment

Bagikan:

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Referensi