313 Jum'at, 10 Januari 2014 | 11:04:07

Ini yang Harus Dicek Kembali!

ini-yang-harus-dicek-kembali

Pembelian properti lewat pelelangan memiliki risiko yang relatif rendah. Permasalahan terhadap surat-surat tanah akan sangat minimal, karena telah melalui beberapa kali proses pengecekan yang dilakukan oleh instansi terkait ditambah pengecekan ulang yang dilakukan oleh calon pembeli dari peserta lelang.

Pengecekan pertama dilakukan bank sebelum memberikan pinjaman kepada calon kreditor. Jika suratnya bermasalah sejak awal, pinjaman sudah pasti tidak akan diberikan. Kemudian pengecekan kembali dilakukan saat properti sitaan diserahkan pada balai lelang untuk diproses. Kali ini balai lelang yang akan mengecek kelengkapan dan keaslian suratnya. Suharjono, general manager Balai Lelang Star, menjelaskan, terhadap sertifikat juga dilakukan pengecekan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

Tak cukup sampai disitu, bagi Anda calon peserta lelang juga diperbolehkan untuk melakukan pengecekan. Hal ini malah dinilai sebagai suatu kewajiban bagi setiap calon peserta lelang untuk melihat kondisi objek dan kelengkapan dokumen pada saat balai lelang melakukan open house. Open house biasanya dilakukan maksimal 3 hari sebelum pelaksanaan lelang atau tergantung permintaan calon peserta lelang.

Justru, risiko membeli properti hasil lelang justru timbul dari perlawanan pemilik tereksekusi yang tidak mau meninggalkan lokasi properti. Jika ini terjadi, pertemuan semua pihak untuk mencari jalan keluar terbaik harus dilakukan.

( Maria Jaclyn )
Sumber : Tabloid Rumah

📄 View Comment

Bagikan:

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Referensi