77 Selasa, 08 April 2014 | 04:30:26

Mau Proses Konstruksi Lebih Cepat? Gunakan Baja Ringan

mau-proses-konstruksi-lebih-cepat-gunakan-baja-ringan

Penggunaan Baja Ringan sebagai salah satu material pembuat rumah semakin popular. Malahan ada yang menyakini bahwa penggunaan baja ringan akan membuat proses konstruksi lebih cepat. Awalnya baja ringan digunakan untuk bangunan-bangunan "darurat" pasca bencana dikarenakan tahan terhadap gempa. Namun kini penggunaanya semakin meluas.

Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai baja ringan dikuatirkan akan memberikan kerugian yang besar. Baik materi maupun non materi. Tidak semua produk baja ringan dapat menawarkan kekuatan yang sama.

Ini dikatakan oleh Lucia Karina ,Country VP Corporate & External Affairs NS BlueScope Indonesia.

Umumnya, sifat baja ringan adalah ringan, kuat dalam sistem terintegrasi,memiliki struktur fleksibel dan mampu menghadapi getaran, serta tidak menjalarkan api.

"Penggunaan baja ringan juga efektif dan efisien dalam biaya. Salah satunya, kemudahan dalam pengangkutan (transportasi), karena produk ini dikemas sedemikian rupa," ujarnya.

Senada dengan Lucia, Irosa Wahyudi, and Development Manager dari NS Bluescope, berpendapat bahwa kini baja ringan dijadikan pilihan utama bukan lagi sebagai material alternatif dalam membangun rumah.

Tidak akan dihinggapi rayap serta dirancang secara sistematis dan terkomputerisasi sesuai dengan perhitungan konstruksi bagian-bagian rumah dalam bentuk modul, menjadi salah satu kelebihan baja ringan dibandingkan dengan material konvensional.

Hal terpenting dalam penggunaan baja ringan adalah detil pemasangan. Apalagi jika penggunaan baja ringan dimaksudkan untuk menghadapi gempa. Bilamana pemilik rumah rumah masih ragu dengan penggunaan baja ringan untuk seluruh bagian rumah, dan masih bersikeras menggunakan bata untuk perimeter rumah, maka hal tersebut dapat "diakali" dengan menggunakan sistem penyekatan rumah dengan baja ringan dan papan gipsum di dalamnya.

"Tentu, kekuatan baja ringan menghadapi iklim di sekitar lokasi pemasangan sangat tergantung tipe lapisannya," cetus Irosa.

Irosa juga mengakui bahwa masyarakat masih mengganggap bahwa penggunaan baja ringan akan membuat pembengkakan biaya bangunan sekitar 15 persen. Namun, lanjutnya lagi, bila dilihat secara keselutuhan, penggunaan baja ringan justru mampu menekan biaya karena fundamentalnya lebih murah.

Di Kalimantan misalnya, biaya yang harus dikeluarkan bagi rangka atap rumah berbahan baja ringan tanpa dinding (dinding menggunakan struktur bata) sebesar Rp 31 juta dengan ukuran 42 meter persegi. Dengan kata lain, kemungkinan besar harga di Pulau Jawa yang memiliki akses lebih mudah, bisa dapat ditekan lebih rendah.

Sumber : Peluang Properti

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel