127 Sabtu, 05 April 2014 | 10:53:56

Teritis Kaca di Taman

teritis-kaca-di-taman

Taman di rumah sudah menjadi gaya hidup. Ini dikarenakan semakin sedikitnya ruang hijau di perkotaan.Banyak pula developer yang menawarkan rumah berserta taman didalamnya. Anna merupakan orang yang memilih rumah yang sudah dilengkapi dengan taman tersebut. Anna melakukan sedikit perubahan pada tamannya. Taman yang dulunya bertema tropis kini dirubah menjadi taman kering.

"Suami saya sangat perhatian pada masalah listrik karena memang bidang kerjanya. Itulah salah satu alasan saya membuat taman kering," ucap Anna Prima, menjelaskan latar belakang berdirinya taman kering ini.

Anna, pemilik rumah yang insinyur lansekap ini, membuat taman kering di atas instalasi listrik dan tangki air bersih yang tertanam di bawahnya. Dengan taman kering, kerusakan instalasi listrik bisa diminimalkan dan keamanan terjaga.

Teritis kaca pun menjadi alternatif untuk mencegah tampias pada teras.

Kaca menjadi pilihan agar terlihat modern dan teras tetap terang. Untuk dudukannya, teritis kaca menggunakan spider fitting bercabang dua. Spider fitting ini membuat bentuk teritis terlihat futuristik. Awalnya, penggunaan spider fitting membuat kaca terlihat mengambang di atas baja struktur terutus. Ini menimbulkan celah di bagian depan dengan potongan kaca yang dipasang vertikal, sehingga tak ada celah yang bisa dimasuki air.

Teritis kaca juga kompak dengan taman kering, dan bisa dipadu dengan taman tropis di sekitarnya. Unsur tropis memang masih terlihat di teras, berupa olahan elemen kayu. Tekstur kayu memberi sentuhan kelembutan di teras modern dengan teritis kaca ini. Begitu juga dengan olahan taman kering.

Taman kering itu hanya berukuran 2,2mx0,8m. Tampil cantik mengisi ruang luar, yang bermain ketinggian antara teras dan entrance. Permainan ketinggian dan material, juga penempatan aksen yang tepat, menjadikan taman kaya dengan sentuhan desain. Suatu solusi untuk kenyamanan.

Sumber : Ideaonline
Properti : Hunian Ir. Agus Sofiyandi dan Ir. Anna Prima F, di wilayah Bintaro, Tangerang.


📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel