86 Rabu, 12 Maret 2014 | 10:12:57

Beton Ekspos untuk Hunian Art Deco

beton-ekspos-untuk-hunian-art-deco

Penggunaan beton ekspos pada rumah tinggal belum banyak diaplikasikan, mengingat beton ekspos memberikan kesan berat pada bangunan. Namun, dalam seni arsitektur art deco beton ekspos mampu menampilkan keindahan tersendiri. Jika melihat bangunan dengan konsep beton ekspos, orang awam pasti menyebutnya “seperti bangunan belum jadi”. Aplikasi pada rumah tinggal, membuat kesan yang mencolok dari lingkungannya yang saat ini banyak didominasi tren rumah minimalis.

“Aplikasi dinding beton merupakan ciri dari gaya arsitektur art deco, yaitu gaya yang memengaruhi seni dekoratif seperti arsitektur dan desain interior. Gaya ini merupakan gabungan dari beberapa gaya, seperti konstruksionisme, kubisme, modernisme, bauhaus, art nouveau, dan futurisme. Art deco bersifat dekoratif, anggun, fungsional, dan ultramodern,” kata arsitek Imelda Akmal.

Di dunia arsitek, gaya ini tidak menyuguhkan suatu sistem atau solusi baru, namun art deco berbicara tentang permukaan dan bentuk sebuah bangunan yang tidak ditampilkan dengan bentuk kepolosan semata. Arsitektur art deco merupakan arsitektur ornamen, geometri, retrospeksi, warna, tekstur, cahaya, dan simbolisme. Bangunan art decobanyak bereksperimen dengan memakai teknik dan material baru, misalnya metal, kaca, beton, plastik, dan menggabungkannya dengan penemuan-penemuan baru.

“Karya art deco banyak menggunakan warna kuat dan bentuk abstrak yang geometris, misalnya bentuk tangga, segitiga, dan lingkungan terbuka,” lanjut Imelda.

Arsitektur art deco terlihat saat bangunan menggunakan motif tumbuhan dan figur. Itu pun cenderung ditampilkan secara geometris. Jadi, komposisi elemennya mayoritas ditampilkan dalam pola sederhana.

Bangunan yang menggunakan struktur beton dan tanpa dekorasi sering diklasifikasikan sebagai arsitektur art deco karena bentuknya yang geometris dan tidak ada dekorasi. Pengaruh art decodi Indonesia dibawa oleh arsitek-arsitek Belanda, yaitu CP Wolff Schoemaker dan AF Aalbers.

“Bangunan art decoyang ditampilkan lebih modern bisa dilihat dari bentuk bangunan galeri Selasar Sunaryo di Bandung. Kesederhanaan bentuk belumlah mewakili semua konsep arsitektur art deco. Ini karena kedinamisan ruang interior dapat dilihat pada layoutluar galerinya,” papar Imelda.

Berbicara tentang gaya art deco, tidak ada salahnya untuk mengetahui salah satu elemen pembentuknya, yaitu beton yang kental dengan nuansa industrial.

“Nilai plus dari beton ekspos bisa diaplikasikan di rumah tinggal karena tekstur dan warnanya yang unik,” ungkap Imelda.

Selain itu, beton ekspos tidak memerlukan finishing.Meski terkesan berat dan monoton, banyak juga yang menyukainya. Biasanya, rumah seperti ini dianggap aneh karena terlihat aneh sendiri. Biasanya beton ekspos diterapkan pada dinding dan plafon. Jika Anda berniat mengaplikasikan beton ekspos untuk arsitektur art deco di rumah, ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan untuk mendapatkan kualitas permukaan beton ekspos yang diinginkan.

“Pertama yang harus diperhatikan adalah kekuatannya, jika cetakannya tidak rigidketika pengecoran akan mengakibatkan variasi warna permukaan dan timbul bintik-bintik agregat. Kedua, daya serap. Ketiga, kekedapan terhadap air,” saran Imelda.

Ada baiknya jika Anda merencanakan terlebih dahulu jenis semen yang harus mampu menjamin warna agar terlihat seragam. Selain itu, merencanakan kandungan semen yang tinggi dan rasio kandungan semen dengan air yang rendah. (aprilia s andyna) (wdi)    

Sumber             : Okezone
Sumber Gambar : Freshome



📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel