193 Selasa, 18 Februari 2014 | 11:27:17

Begini, Trik Hidup 'Lega' di Apartemen Tipe Studio!

begini-trik-hidup-lega-di-apartemen-tipe-studio

Semakin lama, rumah-rumah tapak dan apartemen dibangun dengan ukuran yang semakin kecil. Hal ini bisa dimengerti sebagai jalan memanfaatkan keterbatasan lahan yang tersedia, terutama di pusat-pusat kota. Namun, haruskah penghuni rumah dan apartemen berukuran mungil tersebut hidup dengan penuh keterbatasan? Tentu saja tidak.

Sam Ben Hamida, merupakan seorang desainer dan mahasiswa Vienna University of Technology, yang tinggal di dalam apartemen berukuran studio, hanya 24 meter persegi. Menurut Hamida, fleksibilitas dan riset merupakan kata kunci dalam mengantisipasi kehidupan di ruangan berukuran mungil.

"Saya selalu tinggal di ruang-ruang berukuran kecil. Lewat kegemaran saya mempersonalisasi furnitur dan sebagai mahasiswa arsitektur, saya mengembangkan ketertarikan mendalam membuat interior mungil lebih mudah ditinggali. Dari perspektif pengalaman kerja saya, saya mempertimbangkan kasus apartemen 24 m2, dengan kamar tidur seluas 15 m2, dapur, dan kamar mandi. Fleksibilitas dan riset merupakan dua kata kunci," ujarnya.

Hamida memberikan beberapa tips dalam mengusahakan kehidupan yang nyaman di ruang terbatas. Pertama, Anda sebaiknya mengukur dan merencanakan. Carilah waktu dan ukur segalanya, mulai dari panjang ruang, lebar, ketinggian plafon, dan posisi jendela. Elemen-elemen ini, menurut Hamida, merupakan pertimbangan yang tepat bagi pilihan furnitur Anda.

Kedua, bayangkan pengaturan furnitur di dalam apartemen. Bila perlu, buat sketsanya dalam tiga dimensi. Tidak hanya itu saja, bayangkan juga bagaimana penggunaan masing-masing furnitur sepanjang hari. Tetapkan prioritas, apa yang benar-benar Anda butuhkan dan desain dalam rumah. Jika sudah menempatkan semua kebutuhan, dan masih tersisa ruang, Anda bisa menambahkan beberapa detail.

Ketiga, pertimbangkanlah bahwa tidak semua barang harus Anda "pajang" di rumah. Ada barang-barang yang bisa "disembunyikan", misalnya kabel dan perlengkapan elektronik. Terutama, perlengkapan elektronik yang jarang digunakan. Anda perlu selektif, tidak hanya dalam "memajang" atau "menyembunyikan" barang-barang, juga dalam memilih barang yang boleh Anda bawa pulang. Pasalnya, menumpuk barang di hunian berukuran terbatas hanya akan membuatnya tampak penuh. Dalam rumah atau apartemen berukuran terbatas, lebih baik  membatasi jumlah furnitur dan barang-barang.

Keempat, pilihlah kelompok warna yang tepat untuk ruang berukuran kecil. Apa pun warna yang ada di dalam apartemen, pastikan warna tersebut saling melengkapi. Minta juga pendapat keluarga atau teman Anda yang datang berkunjung.

Kelima, gunakan barang-barang yang bisa digeser. Cara ini membuat Anda lebih mudah bergerak. Ada pula cara lain, yaitu gunakan barang-barang multifungsi dan fleksibel. Cara ini mampu menghemat ruang.

Meski Anda mempunyai barang-barang yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, cobalah membagi fungsi ruangan. Hindari beristirahat dan kerja di satu tempat yang sama. Bekerja dan istirahat di tempat yang sama justru membuat pekerjaan terasa tidak ada henti-hentinya. Hanya membuat "pojok" untuk melakukan kegiatan tertentu saja sudah cukup.

Kemudian, hindari penggunaan lampu terpusat. Bagi sumber pencahayaan menjadi beberapa sumber. Cara ini membuat mata lebih nyaman ketimbang hanya menggunakan satu sumber cahaya. Selain nyaman, membagi cahaya juga mampu memberikan ilusi ruang lebih luas.

Editor                : Hilda B Alexander
Sumber             : Kompas
Sumber Gambar : Freshome

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel