107 Selasa, 21 Januari 2014 | 11:31:38

Desain Lampu LED Kalah dari CFL

desain-lampu-led-kalah-dari-cfl

Lampu berteknologi light emitting diode (LED) sudah mulai dikenal luas sebagai lampu hemat energi, ramah lingkungan, dan dalam jangka panjang lebih hemat biaya. Lampu dengan teknologi ini pun bisa dibentuk menjadi berbagai figur cantik. Ternyata, bohlam CFL pun demikian. Memang, meski tak sehemat LED, lampu CFL yang lebih dahulu dikenal sebagai lampu hemat energi, kini juga tersedia dalam bentuk cantik. Meski kalah hemat, lampu CFL karya Hulger Design "menang" di sisi desain.

Hulger Design pada 2010 telah merilis bohlam CFL dengan bentuk-bentuk cantik menyerupai pasta spageti bernama Plumen, atau tepatnya Plumen 001. Kini, perusahaan desain yang sama kembali menyempurnakan desainnya dan membuat Plumen 002.

Lewat kampanye Kickstarter yang akan berakhir 20 hari lagi, Hulger Design tengah mengumpulkan dana dan dukungan untuk merilis bohlam baru berteknologi CFL dengan bentuk cantik. Kampanye tersebut dimulai 9 Januari 2014 lalu dan akan berakhir 9 Februari 2014 mendatang. Sebenarnya, kampanye tersebut lebih ditekankan sebagai perkenalan pada masyarakat dunia ketimbang usaha pengumpulan dana.

"Plumen 001 yang pertama begitu besar dan liar karena dia harus mengejutkan dan mengakibatkan pergunjingan," ujar CEO Hulger Nicholas Roope.

Dalam video profil perusahaan tersebut, Roope pun mengungkapkan bahwa Plumen 001 didapuk sebagai lampu karya desainer pertama yang hemat energi. Plumen 001 memang terbukti berhasil menarik perhatian konsumen yang sudah mulai "tersihir" produk-produk LED.

Kini, tim dalam Hulger memutuskan untuk membuat lampu yang tampak lebih mellow. Mereka belajar dari pengalaman, bahwa bentuk fisik Plumen 001 membuatnya lebih terang dan menyilaukan jika diperhatikan terlalu lama. Padahal, bentuknya cantik dan menarik perhatian. Kini, Hulger membuat lampu yang lebih sederhana.

Generasi kedua Plumen, atau Plumen 002 ini mirip dengan lampu-lampu CFL pada umumnya. Meski belum dapat dengan mudah ditemukan di Indonesia, seperti dikutip dalam Fastcodesign, Philips pun sudah membuat lampu dengan bentuk hampir serupa.

Ada dua alasan di balik pembuatan lampu ini. Pertama, kesederhanaan dan kelembutan bentuknya. Alasan kedua lebih teknis ke pencahayaan. Plumen 002 sendiri sudah mampu memancarkan cahaya setara dengan lampu pijar 30 watt hanya dengan menggunakan 25 persen energi, sementara desainnya yang memiliki lubang di tengah memastikannya mampu menyinari ruangan lebih maksimal

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel