54 Jum'at, 10 Januari 2014 | 11:27:08

Berbahankan Kulit Sintetis

berbahankan-kulit-sintetis

Bahan pelapis sofa dari kulit, harganya terbilang mahal. Bahan dari kain, resiko menyimpan debunya sangat tinggi. Adakah solusi pelapis sofa yang lain? Synthetic leather jawabannya.

Kulit sintetis atau synthetic leather adalah bahan yang dibuat menyerupai kulit asli. Menyerupai bukan berarti “palsu”.

“Banyak kalangan yang menyukai pesona kulit, tapi merasa harga kulit asli terlalu mahal. Dan kulit sintetis dinilai mampu mengakomodir kebutuhan itu,” ucap Maulana Martadi, Managing Director PT Polystar International, produk Mbtech.

Dari segi kualitas dan tampilan bahan, beberapa bahkan sulit dibedakan antara kulit asli dan sintetis, kecuali dari bau.

Panas, benarkah?
Rasa panas hadir karena faktor non teknis seperti terkena cahaya matahari langsung, bukan disebabkan kulit sintetis. Apabila diletakkan dalam ruangan apalagi ber-AC, rasa itu tak pernah ada. Jika terpaksa terkena cahaya matahari, Anda bisa pilih bahan sintetis yang mengandung formula UV protection, yaitu perlindungan terhadap cahaya matahari. Ada atau tidak UV protection, sebaiknya bahan ini tak bersentuhan langsung dengan cahaya matahari.

Tak mudah terbakar
Faktor keselamatan menjadi acuan dalam memilih kulit sintetis. Pilih bahan yang mengandung formula fire retardant, yaitu yang membuat bahan tidak mudah terbakar.

“Saat puntung rokok jatuh ke sofa, formula ini menjamin pembakaran tidak menyebar dan mati seketika. Bisa meninggalkan bekas, tetapi hanya di titik api itu saja,” terang Maulana.

Lentur dan kuat
Kelenturan berkaitan dengan saat ditarik secara maksimal. Bahan yang berkualitas tak akan menghilangkan tekstur walau posisinya berada di daerah lekukan. Sedangkan saat dilepaskan, bahan akan kembali ke posisi semula dan tak meninggalkan bekas seperti kerut. Sama halnya dengan kekuatan, saat sofa diduduki, bahan yang memiliki kualitas baik tak akan meninggalkan kerut atau membuat permukaan pecah.

Berpelangikan warna
Tak perlu khawatir, kulit sintetis memiliki pilihan warna yang beragam. Klasik atau modern: lembut atau cerah, semua ada. Masalah keamanan bahannya pun tak perlu Anda takutkan. Beberapa produk menjamin warna-warni yang dihadirkan aman bagi kesehatan. Selain itu, sifatnya yang tak memiliki pori membuat bahan ini aman dari debu.

Tekstur, perkuat karakter
Tak hanya motif polos, kulit sintetis hadir dengan motif teksturnya. Ada yang seperti kulit hewan, kulit jeruk, seolah memiliki pori, dan lain sebagainya. Tinggal disesuaikan dengan tekstur apa yang ingin dipilih. Anda pun tak perlu takut dalam hal perawatan. Walau bertekstur, kulit sintetis mudah dibersihkan.

“Tinggal bersihkan dengan air yang telah dicampur sabun bayi atau pembersih khusus kulit sintetis, noda dan debu hilang seketika,” Ucap Dana Iswanto, Brand Manager PT Polystar International.

Pengerjaan lebih mudah
Dilihat dari kacamata pengerjaan, bahan sintetis termasuk mudah dibentuk dan dimodifikasi.

“Tak perlu waktu yang lama untuk mengerjakan satu unit sofa. Dengan syarat kulit sintetis yang digunakan memiliki kualitas maksimal,” terang Oskar Wijaya, pemilik bengkel Vertu yang ahli dalam pembuat sofa rumah dan jok mobil.

“Kualitas sintetis yang jelek akan membuat area jahitan cepet melebar dan membuat lubang bahkan robek,” terang Oskar.

(Irfan Hidayat)
Sumber : Tabloid Rumah

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel