144 Selasa, 24 Desember 2013 | 09:38:47

Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Furnitur

sulap-limbah-rumah-tangga-jadi-furnitur

Umumnya furnitur dibuat dari material kayu. Namun, bagaimana jika furnitur dibuat dari limbah rumah tangga? Di tangan Carolina Wirakusuma, limbah rumah tangga dapat disulap menjadi perabotan rumah tangga yang elegan dan sangat bermanfaat serta bernilai seni tinggi.

Mahasiswi semester akhir universitas surabaya (ubaya) ini berinovasi dengan menyulap karton tempat telur ayam dan telur puyuh yang sudah tidak terpakai menjadi furnitur rumah berupa meja kursi dan lampu hias.

Untuk membuat furnitur limbah yang diberi nama cerusi ini, mahasiswi jurusan desain manajemen produk fakultas industri kreatif ini membutuhkan enam puluh lima karton tempat telur, 35 tempat telur untuk membuat satu kursi, 20 telur untuk satu meja dan 10 tempat telur untuk lampu hias.

Proses pembuatannya pun cukup sederhana. Diawali menggambar sketsa dengan dimensi serta seusai dengan ukuran yang diinginkan, setelah itu berbekal peralatan gunting dan lem kayu, proses pembuatan kursi dimulai dengan memisahkan karton telur yang bentuknya masih baik, dengan yang sudah tidak sempurna.

Kemudian menggunting bagian yang menonjol saja, sisanya dibuang. Bagian karton telur yang menonjol digunakan karena teksturnya lebih keras dan kokoh dibandingkan dengan yang lain. Selanjutnya untuk meningkatkan efek kekuatan materi, bagian yang menonjol dari karton telur, yang sudah dipilih tadi dilumuri lem kayu.

Kemudian, potongan-potongan bagian karton telur yang sudah dilumuri lem ditempelkan dan disatukan secara berdempetan agar lebih padat sesuai dengan sketsa pada gambar. Selanjutnya, agar semakin nyaman sebagai tempat duduk potongan telur yang sudah terbentuk diberi bantalan sofa, sedangkan untuk bagian meja, agar lebih indah dan kuat ditempel dengan papan kayu.

Untuk produk lampu hias, selain menggunakan potongan karton telur ayam, dibutuhkan juga karton bekas tempat telur puyuh. Seluruh bahan baku ini dikombinasikan dengan dilem dan ditempelkan agar memberikan kesan menarik serta berestetika tinggi karena diletakkan di atas meja. Selanjutnya lampu hias yang sudah jadi tersebut dilengkapi dengan saklar dan bolam lampu.

Carolina mengaku ide atau gagasan ini muncul setelah melihat ibunya yang memiliki usaha pembuatan kue dan membuang karton-karton bekas tempat telur ayam. Hal itu ditambah penjual barang bekas juga menolak apabila ditawari untuk membeli dengan alasan karton tempat telur tidak laku dijual kembali.

Meski hasil akhirnya furniture limbah ini terlihat cantik dan ramah lingkungan, namun furnitur cerusi ini bukannya tanpa kelemahan. salah satu kelemahannya adalah dibutuhkan waktu delapan bulan untuk membuatnya.

Sepintas, kursi dari karton telur ini terlihat rapuh, namun jangan salah, kursi tersebut mampu diduduki orang dewasa dan cukup kuat menopang beban. (nia)    

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel