278 Rabu, 18 Desember 2013 | 11:03:57

Inspirasi Rumah Bernuansa Resort

inspirasi-rumah-bernuansa-resort

Rumahku istanaku, ungkapan berikut menggambarkan betapa dekatnya hubungan antara pemilik rumah dengan rumah. Rumah didesain sedemikian rupa untuk membuat betah yang tinggal di dalamnya. Ada berbagai macam pilihan desain untuk membuat rumah terasa lebih "homey". Salah satunya adalah dengan membawa nuansa resort ke dalam rumah. Simak ulasan berikut.

Rumah yang membuat rileks
Menghadirkan nuansa resor bisa menjadi alternatif menciptakan suasana rileks di rumah. Kapan terakhir Anda pulang kerja tepat waktu alias langsung pulang ke rumah? Sering orang beralasan melepas jenuh sepulang kerja dengan mampir sana mampir sini. Padahal rumah Anda sendiri sebetulnya bisa menjadi tempat melepas stress yang paling ideal.

”Rumah itu sebenarnya tempat kita recharging,” kata Ratna Djuwita, staf pengajar Fakultas Psikologi UI yang juga mengajar psikologi arsitektur.

Menurutnya, begitu keluar rumah untuk sekolah atau bekerja, orang tidak sepenuhnya menjadi diri sendiri. Baru ketika kembali ke rumah bisa kembali bebas menjadi diri sendiri. Kebebasan untuk tidak diganggu, duduk seenaknya, menyanyi atau menangis, hanya bisa dilakukan di rumah. Jika Anda tidak bisa menemukan kebebasan itu di rumah, pantaslah jika merasa stress bila pulang ke rumah.

Lapang
Secara teori kebebasan mengimplikasikan sebuah ruang yang cukup untuk bergerak. Karena itu sebaiknya desain rumah disesuaikan dengan kebutuhan penghuni secara detail dan spesifik.

“Untuk itu tak perlu memaksakan banyak ruang dalam rumah tapi serba kecil dan sempit. Lebih baik sedikit ruang tapi memadai dan lapang,” ujar Husni Saleh, pemilik Aesthetic Home yang bergerak dalam desain interior dan furnitur.

Selanjutnya perhatikan kesesuaian dimensi ruang dan pilihan furnitur. Peletakan furniture sebaiknya diatur dengan komposisi yang indah dilihat dan fungsional, jangan membuat kesan penuh pada ruang.

Menurut Ratna, secara psikologis manusia tidak menyukai kesan ruang yang terlalu berantakan dan penuh (crowded), tapi juga tidak menyukai yang terlalu teratur hingga terkesan kaku. Rumah harus hidup, ada yang meninggali. Berbeda dengan suasana kantor yang harus selalu rapi dan teratur karena berkaitan dengan prestasi kerja.

“Rumah itu tidak hanya menjalankan fungsi fisik sebagai tempat berlindung, tapi juga fungsi sosial yakni komunikasi,” ungkapnya.

Pewarnaan
Pemilihan warna dalam interior rumah juga perlu diperhatikan. Sebaiknya pilih tone warna yang lembut seperti krem, biru muda atau hijau muda. Hindari warna yang keras atau ngejreng seperti kuning tua dan merah tua.

“Mungkin efek dramatisnya bisa diperoleh, tapi tidak menenangkan,” kata Husni yang sering digandeng developer menata interior rumah contoh di beberapa perumahan di Jakarta.

Untuk pencahayaan dalam ruang bisa menggunakan lampu tanam (downlight) yang distribusi cahayanya lebih merata. Warna pencahayaan yang kekuningan akan lebih memunculkan efek warna pada dinding. Pilihannya bisa lampu bohlam atau lampu hemat energi dengan sinar warna kuning.

“Lampu warna kuning kesannya juga lebih rileks daripada yang putih dan terang,“ kata alumni desain ITB 1985 itu.

Untuk menambah hidupnya suasana dan kesan akrab rumah, bisa ditempatkan lampu meja dekoratif di sudut ruang tamu atau ruang keluarga.

Nuansa Resor di Rumah
Rumah secara tidak langsung menunjukkan identitas penghuninya. Karena itu soal desain dan penataannya sangat tergantung pada selera masing-masing. Menghadirkan nuansa resor di dalam rumah bisa menjadi pilihan untuk menciptakan suasana rileks.

Misalnya, membuat bukaan-bukaan lebar berupa pintu atau jendela untuk membebaskan cahaya memasuki ruangan. Selain ruangan menjadi terang, aliran udara yang terjadi secara optimal juga menyehatkan.

Ciptakan sebuah kamar mandi yang terbuka dengan tambahan skylight pada atap berbahan polycarbonate atau kaca transparan. Padukan dengan taman kering dari batu-batuan dan tanaman kecil.

Perbanyak taman hijau di sekeliling rumah. Lengkapi dengan kolam-kolam ikan dan air terjun dinding guna menghadirkan suara gemericik. Usahakan setiap sudut rumah bisa mendapat view ke area tersebut agar mata tidak lelah.

Untuk eksterior bisa ditambahkan batu alam. Selain ekonomis karena tidak perlu sering dicat, juga terlihat segar dan alami. Pada interior juga bisa diterapkan tapi sebaiknya tidak seluruh dinding, cukup sebagai aksentuasi.

Jika lahan memungkinkan, sebaiknya rumah ditempatkan agak masuk ke dalam sehingga jauh dari jalan umum. Di samping mengurangi bising dan polusi, juga menciptakan tahapan perjalanan yang menarik sebelum mencapai rumah.

Sumber : Housing-estate

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel