116 Kamis, 05 Desember 2013 | 09:59:40

Inilah Warna-warna Terbaru untuk Rumah Anda

inilah-warna-warna-terbaru-untuk-rumah-anda

Seiring perkembangan zaman industri warna pun ikut berkembang. Kini hadir beberapa warna "baru" yang dapat Anda gunakan untuk menghiasi rumah Anda. Bukan hanya putih, merah, biru atau warna-warna pelangi lainnya. Charmean Neithart memberikan beberapa contoh warna "baru" dengan nama-nama unik yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya.

"Dalam pekerjaan, saya dikenalkan pada berbagai warna yang tidak sering saya dengar. Saya ingin mempelajari mengenai warna tersebut karena biasanya beberapa sejarah terlibat dalam warna tersebut, dan itu membantu saya mengerti mengenai warna. Sebagai contoh, ada ratusan shade  warna biru. Jika kain berwarna biru dideskripsikan dengan istilah smalt , saya akan tahu dengan pasti apa yang bisa saya harapkan tanpa perlu melihatnya," kata Neithart.

Warna baru pertama adalah Smalt,  warna ini memiliki pigmen biru gelap yang biasanya digunakan dalam keramik. Neithart menjelaskan smalt sebagai kaca yang dibuat ketika garam kobalt ditambahkan ke gelas cair. Warna ini mengandung warna ungu.

Selanjutnya byzantium adalah warna ungu terang. Terkadang orang suka bingung antara byzantium dan fuchsia. Perbedaannya adalah kalau fuchsia adalah warna tegas yang berasal dari pink , sedangkan byzantium  berasal dari ungu dan lebih dalam. ungu yang dapat bingung dengan fuchsia . Sementara fuchsia  adalah warna berani yang berasal dari pink, Byzantium berasal dari ungu dan lebih dalam. Sebuah alami untuk berbagi panggung, byzantium  tampak hebat dengan kuning, abu-abu, biru dan hitam.

Warna "baru" lainnya adalah Cordovan , warna yang berasal dari warna cokelat atau burgundy , yang umunya disamakan dengan warna kulit. Istilah warna cordovan  berasal dari nama kota Cordova di Spanyol. Kota tersebut dikenal sebagai kota produsen kulit berkualitas tinggi.

Warna lainnya adalah vermilion  atau merah terang. Atau yang lebih dikenal dengan warna merah Cina, karena warna ini sering digunakan dalam pembuatan vernis Cina. Warna baru berikutnya Fulvous adalah warna coklat dengan sedikit sentuhan warna kuning. Warna ini terinspirasi dari bulu bebek dan burung.

Selanjutnya adalah warna Sienna , warna ini adalah warna cokelat kemerahan seperti warna tanah. Warnanya berasal dari Siena, Italia, dan dapat digambarkan dengan tanah liat yang terbuat dari besi oksida dan mangan oksida. Selain itu masih ada warna gamboge, yang merupakan warna kuning dengan nuansa yang lebih tua. Namanya berasa dari pohon gamboge.

Pavo  bisa disebut juga warna bulu merak. Warna ini seolah berada di antara warna biru royal dan turquoise  gelap. Lalu warna lainnya adalah Verdigris. Warna ini adalah warna hijau yang menggambarkan tembaga bila terkena elemen kelembaban.

Warna aubergine atau bisa disebut warna terong namun lebih kecokelatan. Linchen merupakan warna hijau kekuningan yang seolah dicampur dengan warna abu-abu. Linchen merupakan top color Pantone untuk musim gugur tahun ini.

Malachite  sekilas warna ini seperti warna hijau zamrud. Perbedaannya warna ini memiliki sedikit unsur warna abu-abu. Selanjutnya bila Anda menyukai maka warna aureolin sangat cocok untuk Anda. Karena warna ini sering disebut warna kuning kobalt atau lebih dikenal kuniong terang. Warna mencolok ini akan cocok dengan warna biru dan abu-abu.

Warna "baru" terakhir adalah Bole dan fallow. Bole adalah dalah warna merah kecoklatan yang tampak seperti cokelat batangan. Sementara itu, fallow  adalah warna coklat tan  yang terinspirasi dari kulit di punggung rusa.

Sumber : Ideaonline

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel