73 Selasa, 19 November 2013 | 05:38:57

Siapa Bilang Atap Hijau Mudah Bocor? Itu Cuma Mitos!

siapa-bilang-atap-hijau-mudah-bocor-itu-cuma-mitos

Pembuatan atap hijau untuk menjawab kebutuhan tanaman yang mampu mengurangi polusi dan menurunkan suhu udara mulai dilakukan banyak pemilik rumah. Namun, muncul juga anggapan bahwa membuat atap semacam ini membuat risiko kebocoran atap lebih besar. Benarkah?

Kontributor Houzz, Mariana Pickering dengan yakin menepis mitos-mitos buruk seputar atap hijau. Secara umum Pickering menjelaskan mengenai atap hijau ini.

Menurut dia, atap ini dibuat dari lapisan anti air, penghalang akar, sistem drainase, dan media tumbuh bagi tanaman. Ada pemilik rumah yang membangun atap hijau "intensif" atau kebun atap.

Atap semacam ini bisa diakses pemilik rumah dan bisa menampung tanaman berukuran lebih besar. Sementara itu, ada pula atap hijau "ekstensif" yang lebih ramping, ringan, dan tampak hampir seperi atap pada umumnya. Atap semacam ini bisa rata atau miring. Ternyata, meski terdengar sebagai hal baru, atap semacam ini sudah ada sejak lama.

"Mei lalu, saya menghadiri konferensi International Green Roof Association di Hamburg, Jerman. Sebagai bagian dari program konferensi, kami mengunjungi komunitas kecil di hogldorf-Ohlstedt. Atap dan bagian lainnya dibangun tahun 1943 pada satu dari tiga hunian orang Norwegia," ujar Pickering.

Pickering mengatakan, sudah ada sejak lama pembuatan atap hijau seperti ini tidak lagi sekadar gimmick. Selain itu, atap hijau pun tidak hanya milik bangunan hijau bersertifikat. Rumah-rumah biasa pun bisa menggunakan atap semacam ini untuk kebutuhan estetika dan ekonomis.

Menurut dia, atap hijau sudah sering menjadi bahan penelitian di Jerman. Berdasarkan penelitian tersebut, atap hijau "ekstensif" mampu mengurangi biaya pemanas dan pendingin udara dalam ruangan. Atap ini pun mampu mengurangi runoff air hujan dan risiko banjir. Bahkan, atap hijau di bangunan-bangunan apartemen mampu menyediakan ruang bagi iklan.

Tidak hanya di Jerman. Pickering juga menggarisbawahi Portland Ecoroof Program di Portland, Oregon, Amerika Serikat. Bagi pengembang yang mendesain bangunan dengan sistem atap bervegetasi, mereka akan mendapatkan insentif.

Mitos ketiga yang dijelaskan oleh Pickering mengenai tingginya risiko kebocoran dalam rumah jika menggunakan atap hijau. menurut Pickering, kebocoran dapat tetap terjadi tanpa Anda menggunakan atap hijau di rumah. Kebocoran terjadi karena buruknya instalasi dan spesifikasi desain pada struktur bangunan. Semua atap seharusnya punya lapisan anti air yang memadai, begitu juga dengan atap hijau.

Jadi, bukan karena menggunakan atap hijau maka rumah menjadi bocor. Lagipula, tidak ada bukti yang mengatakan bahwa atap hijau lebih rentan bocor. Bahkan, menurut hasil penelitian, dengan adanya atap hijau pemilik rumah justeru terlindungi dari paparan sinar ultraviolet dan cuaca lain.

Hanya saja, pembangunan atap hijau bagi rumah baru memang harus sesuai dengan standar. Sementara itu, pembangunan atap hijau di rumah tua justeru lebih sulit. Anda harus lebih hati-hati dalam memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah setempat.

Mitos selanjutnya menyangkut biaya. Atap hijau tentu berbeda dari atap biasa. Tidak heran jika banyak orang khawatir biaya yang dibutuhkannya juga lebih banyak.

Sebenarnya, Anda bisa menggabungkan berbagai jenis tanaman. Tanaman yang mampu menyimpan air tidak hanya mudah perawatannya, namun juga cantik menghiasi atap. Gabungkan jenis tanaman ini dengan semak dan pepohonan kecil.

Sistem irigasi memang diperlukan, namun sebenarnya sama saja dengan memiliki taman di sekeliling rumah. Biaya bisa ditekan dengan menyimpan dan menggunakan kembali air hujan untuk menyiram atap hijau.

Pilih tim yang tepat, terutama yang sudah pernah membuat atap hijau sebelumnya. Tenaga berpengalaman akan bekerja dengan lebih efisien. Anda bisa menghemat biaya yang disebabkan karena kelalaian pemasangan. Pasalnya, memasang atap hijau tidak hanya berarti Anda menaruh tanah di permukaan atap. Bahkan, ada atap hijau yang memanfaatkan media tanam ringan tanpa tanah sama sekali.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel