209 Selasa, 29 Oktober 2013 | 01:57:45

Ruang Keluarga Cuma untuk Menonton Televisi? Jangan Dong!

ruang-keluarga-cuma-untuk-menonton-televisi-jangan-dong

Ruang keluarga seharusnya mampu menjadi tempat yang nyaman untuk berkumpul. Di tempat tersebut, idealnya anggota keluarga bisa bertukar cerita dan mempererat hubungan satu sama lain. Sayangnya, kini ruang keluarga hanya berperan sebagai tempat untuk menonton televisi. Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa hal berikut ini yang bisa Anda lakukan:

Sally Augustin, contributor Houzz dan pemilik Design With Science menyarankan Anda untuk mengusahakan adanya kontak mata di ruang keluarga. Menurutnya, dengan adanya kontak mata, komunikasi bisa terjadi dan hubungan bisa terjalin dengan baik.

Posisi duduk
Untuk memperoleh itu, Anda meletakkan tempat duduk di ruang keluarga Anda dengan formasi saling berhadapan. Dengan cara ini, Anda sekeluarga dapat saling berkomunikasi, tidak sekedar "berkomunikasi" dengan televisi.

Cobalah memilih beberapa jenis tempat duduk. Tidak hanya sofa, tapi memilih tempat duduk dengan jenis lain, misalnya ottoman atau bahkan dingklik.

Tentu saja, tidak semua orang senang menguasai percakapan. Perlu dipahami, bahwa ada juga anggota keluarga yang suka menjadi pemerhati percakapan dan hanya sesekali menimpali. Meski sesekali, bukan berarti dia tidak ingin terlibat dalam percakapan tersebut. Maka itu, sediakan juga beberapa kursi yang bisa dipindah-pindah. Anggota keluarga Anda yang cenderung introvert bisa memilih posisinya sendiri.

"Pemisah"
Selain itu, Augustin juga menyarankan Anda untuk membuat "pemisah". Keluarga memang perlu saling melihat dan saling berhadapan ketika melakukan perbincangan. Namun, ketika terjadi argumentasi, masing-masing anggota keluarga juga perlu "mengistirakatkan" matanya. Manfaatkan akuarium untuk melakukan "tugas" tersebut.

Sofa
Langkah selanjutnya adalah memastikan keluarga Anda merasa aman dan nyaman ketika berkumpul bersama. Menurut Augustin, cobalah memilih sofa dengan sandaran punggung berukuran besar.

Meja
Meja konsol juga mampu memberikan rasa aman, sekaligus mempercantik tampilan interior rumah. Dengan menyediakan berbagai furnitur ini, Anda dan keluarga dan merasa santai tanpa perlu terganggu. Namun, pastikan juga ukuran kursi dan sofa cocok untuk keluarga Anda. Tidak terlalu kecil atau terlalu besar.

Permainan
Pastikan Anda juga membuat masing-masing anggota keluarga Anda nyaman dengan cara membuat mereka bisa melakukan aktivitas lain sembari berbincang. Anda bisa menyediakan sepasang kursi dan papan catur, atau sofa di pojok ruangan untuk membaca.

Level kursi
Pastikan juga semua kursi tersebut berada pada level yang sama. Jangan sampai, ada salah satu kursi yang lebih tinggi dari kursi lainnya. Hal ini bisa membuat orang yang duduk di kursi tersebut tidak nyaman, atau justeru merasa orang-orang di sekitarnya tidak lebih penting dari dia.

"Kita cenderung mendominasi orang-orang yang berada di bawah kita," kata Augustin.

Pencahayaan
Selain itu, sediakan juga pencahayaan yang hangat dan tidak melelahkan untuk mata. Jika memungkinkan, pastikan sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan tersebut. Di siang hari, Anda tidak perlu harus menyalakan lampu. Buka saja jendela-jendela besar atau pintu kaca yang ada di ruangan tersebut.

Lemari TV
Terakhir, jangan biarkan televisi menjadi pusat utama ruang keluarga Anda. Buat lemari yang bisa "menyembunyikan" televisi ketika sedang tidak digunakan, atau buat televisi bisa digeser-geser.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel