116 Minggu, 20 Oktober 2013 | 09:18:36

Memilih Jenis Karpet untuk Area yang Basah dan Lembab

memilih-jenis-karpet-untuk-area-yang-basah-dan-lembab

Ketika memilih jenis karpet untuk area yang kering, seperti di ruang tamu, di kamar tidur, maupun di ruang keluarga, biasanya kita tidak akan terlalu dipusingkan dengan pilihan yang rumit. Sebab, jenis karpet apapun bisa kita terapkan, sehingga fokus kita hanya pada motif serta warnanya saja. Lain halnya ketika kita memilih karpet untuk area basah dan lembab, misalnya seperti yang ada di sekitar kamar mandi , bathub, atau ruang sauna. Agak sulit memilih jenis karpet untuk ruangan tersebut dikarenakan serat pada karpet tidak akan bisa kering secara sempurna. Bila dibiarkan, tentunya hal ini bisa memicu pertumbuhan jamur atau lumut di bawah karpet yang sering tidak kita sadari.


Untuk itu, dalam membeli jenis karpet untuk area basah dan lembab, sebaiknya pilih karpet yang didesain khusus untuk area tersebut. Karpet ini biasanya memiliki karakter bahan yang berbeda dengan karpet pada umumnya. Sehingga, diharapkan karpet ini tidak menjadi sarang tumbuhnya lumut atau jamur.
Ingin tahu jenis karpet apa yang cocok untuk area yang sedikit lembab? Cari tahu jawabannya pada penjelasan berikut ini.


1. Throw Rug
Jenis karpet ini meskipun cukup tahan pada kondisi lembab, tapi memerlukan pencucian berkala agar tak menjadi sarang tumbuhnya jamur. Tak perlu kuatir, sebab jenis karpet ini mudah dibawa serta dicuci, sehingga Anda tidak kesulitan dalama mencucinya.
 
Throw rug ini hadir dalam ukuran kecil maupun besar. Karpet ini biasa digunakan sebagai ekstensi dan diletakkan ditepian ruangan. Tak hanya butuh dicuci secara berkala, karpet ini pun perlu dijemur secara berkala pula. Bila pencucian dimaksudkan untuk menghilangkan debu dan bakteri yang bisa menyebabkan timbulnya jamur, penjemuran lebih berupa upaya untuk menghilangkan kelembaban agar karpet tidak menjadi sarang tumbuh dan berkembangnya jamur.


2. Olefin
Olefin merupakan salah satu material yang dibuat dari serat sintetis. Karpet ini cukup fleksibel ditempatkan di manapun, entah itu di dalam maupun luar ruangan. Karpet ini juga memang sengaja didesain untuk tahan terhadap area dengan kelembaban tinggi.
 
Bila di masa lalu karpet cenderung dibuat dari material yang kasar dan kurang menarik dari segi tampilan, maka kini karpet lebih banyak dibuat dengan bahan sintetis yang lembut melalui proses manufaktur, salah satunya karpet yang terbuat dari Olefin ini. Sehingga, karpet – karpet ini lebih sesuai dengan standar karpet untuk penggunaan dalam ruangan, termasuk untuk ruangan dengan area kelembaban tinggi. Olefin ini contohnya, desain seratnya memang dibuat agar tahan ditempatkan di area yang basah tanpa menimbulkan kelembaban pada permukaannya. Sehingga, jamur dan lumut tidak bisa berkembang.


3. Beberapa material serat sintetis lain
Selain olefin, ada juga serat sintetis yang cukup tahan di area dengan kelembaban tinggi, yakni nylon dan polyester. Meskipun tidak sebaik olefin dalam menyerap kelembaban, setidaknya dua serat sintetis ini masih lebih baik dibandingkan dengan serat alami pada umumnya. Hal ini cukup dimengerti, sebab pada serat alami, jamur dan lumut bisa mengambil ‘sari makanan’ yang terkandung pada serat alami tersebut. Sehingga jamur dan lumut bisa tumbuh subur dan berkembang. Sedangkan pada serat sintetis, tidak ada bahan makanan yang bisa diserap dikarenakan serat ini dibuat dari proses pabrikan.


Selain faktor di atas, ada faktor lain yang membuat serat sintetis lebih tahan terhadap jamur dan lumut. Ini dikarenakan beberapa manufaktur menambahkan bahan serta treatment tambahan yang membuat karpet tidak menyerap air dan menghambat tumbuhnya jamur dan lumut. Namun, tidak semua serat sintetis mengalami perlakuan spesial ini. Untuk itu dalam membeli karpet, sebaiknya cek apakah ada treatment tambahan yang diterapkan pada karpet agar karpet cukup tahan di area lembab.
 
4. Padding
Meskipun Anda telah memilih karpet yang tepat untuk area lembab, namun bila padding yang digunakan tidak cukup baik, maka tetap akan ada masalah yang Anda temui. Padding ini merupakan lapisan pada karpet yang fungsi utamanya adalah menahan kelembaban serta menolak bakteri maupun kuman, sehingga tidak menempel pada karpet. Yang sering ditemui adalah karpet dengan kualitas bagus tetapi padding dengan kualitas rendahan yang memungkinkan jamur maupun lumut tumbuh di bawah karpet. Hal ini mungkin tidak akan terdeteksi dalam waktu lama, terlebih bila Anda jarang mencuci atau menjemur karpet.
Namun, ketika mulai tercium aroma jamur dari karpet, maka Anda akan segera menyadari bahwa telah banyak jamur dan lumut yang tumbuh di bawah karpet ini. Bila dibiarkan, spora jamur ini bisa berterbangan di udara dan mengakibatkan alergi hingga problem kesehatan yang serius.


Tips:
Meski beberapa karpet telah didesain untuk tahan di area lembab, namun sebaiknya sesekali Anda menjemur karpet tersebut di bawah sinar matahari langsung. Sehingga, karpet bisa kering secara sempurna dan kuman atau bakteri yang bersarang pun bisa lenyap.


Selamat mencoba
Sumber : architeria

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel