141 Senin, 21 Oktober 2013 | 09:02:59

Tips Membuat Denah (Layout) Sebuah Rumah

tips-membuat-denah-layout-sebuah-rumah

Untuk menciptakan sebuah tata letak rumah kita perlu membuat denah (layout) sebuah rumah dengan tujuan menciptakan suasana tinggal yang nyaman dan tenang sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan penghuni rumah. Jika Anda membeli rumah dalam suatu lokasi perumahan, kemungkinan bentuk denah atau tata letak (layout) ruangannya sudah ditentukan dan sudah dirancang oleh pihak developer (pengembang). Akan tetapi sebenarnya tidak perlu terpaku oleh bentuk tata letak tersebut katena Anda bsia mengubahnya sendiri sesuai kebutuhan dan selera maupun yang sesuai dengan gaya hidup keluarga Anda.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat denah (layout) sebuah rumah agar efisien dan diperoleh suasana tinggal yang menyenangkan, nyaman dan tenang:

1. Letakkan ruang-ruang yang memiliki kesamaan fungsi (sifat yang mirip)  kedalam satu zona atau daerah yang sama. Misalnya teras, ruang tamu, dan garasi bisa diletakkan pada daerah publik. Sementara ruang makan dan ruang keluarga maupun ruang santai untuk duduk bisa diletakkan pada daerah semi publik. Adapun untuk ruang-ruang yang membutuhkan ketenangan misalnya ruang tidur utama, rang tidur anak, ruang kerja dan lain-lain bisa diletakkan pada daerah privat (zona tenang)

2. Tempatkan ruang-ruang utama sesuai dengan kebutuhan operasionalnya, contohnya prioritaskan ruang-ruang yang membutuhkan sinar matahari, cross ventilation (ventilasi udara), dan akses keluar masuk agar terletak di depan, belakang atau samping jika lahan Anda berbentuk hook.
Contoh aplikasi kasus tersebut misalnya adalah:

•    Ruang tidur harus mendapatkan sinar matahari dan sirkulasi udara dari luar secara langsung
•    Garasi diletakkan langsung dibagian depan agar mudah diakses dari jalan dan upayakan agar ruang tamu dan ruang keluarga dapat diakses dari garasi
•    Jenis ruangan yang hanya memerlukan sirkulasi udara misalnya toilet/kamar mandi dan gudang bisa diletakkan pada bagian tertentu yang tidak harus didepan.

3. Letakkan ruang pengikat diantara ruang-ruang utama sehingga bisa menciptakan suasana kebersamaan yang akrab antar anggota keluarga atau penghuni rumah. Contohnya adalah dengan menempatkan ruang makan dan ruang keluarga maupun ruang santai/duduk diantara ruang-ruang utama seperti ruang tidur.
Peletakan ruang keluarga diantara ruang-ruang utama (ruang tidur) merupakan upaya dalam menciptakan keakraban hubungan antar anggota keluarga, karena dengan ruang keluarga tersebut masing-masing penghuni rumah bisa berinteraksi dengan mudah setiap hari.
Salah satu upaya untuk mengoptimalkan fungsi ruang keluarga bisa dilakukan dengan memperhatikan unsur pencahayaan dan sirkulasi udara. Oleh karenanya perhatikan luasan, bukan ruang dan letaknya agar udara bisa mengalir setiap saat.

4. Jangan lupa untuk menciptakan kesan saling terbuka antara ruang yang bisa digunakan bersama (antara lain: ruang keluarga, ruang makan, ruang duduk/santai) dengan tidak membuat sekat masif diantara ruang-ruang tersebut. Sebagai sekat/pembatas ruang-ruang tersebut kita bisa gunakan jenis partisi/sekat tidak permanen misalnya furniture (perabotan), contohnya credenza atau meja dan furniture yang lain.

5. Agar tidak mengganggu sirkulasi antar ruangan satu dengan yang lain, batasilah jumlah pintu pada ruangan kemudian peletakannya jangan menyilang, karena akan memakan ruang sirkulasi.

6. Gunakan jumlah jendela seperlunya saja sesuai kebutuhan, serta upayakan agar peletakan jendela sebagai lubang ventilasi dan pencahayaan bisa memberikan ruang gerak yang leluasa.

7. Sediakan ruang khusus untuk sirkulasi yang cukup dan layak agar tidak terjadi crossing/tabrakan/benturan antar anggota keluarga maupun dengan orang lain ketika ada tamu.

8. Guna menciptakan suasana istirahat dan makan yang nyaman dan tenang, maka tempatkan teras dibagian samping atau belakang rumah, tepat di depan ruang makan dan ruang keluarga sehingga pada saat makan tidak terganggu bunyi maupun udara yang kotor.

9. Jika rumah Anda bertingkat, tempatkanlah tangga pada bagian yang mudah dilihat dan dijangkau dari segala arah. Upayakan agar keberadaan tangga tidak mengganggu salah satu ruang disekitarnya.

Demikian artikel tentang tips membuat denah (layout) sebuah rumah yang menjadi impian Anda. Semoga bermanfaat, jika terdapat beberapa tambahan silahkan tinggalkan komentar pada kolom komentar dibawah artikel ini.

Sumber : Planetwifi

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel