113 Senin, 21 Oktober 2013 | 07:46:53

10 Kesalahan Dalam Mendesain Dapur

10-kesalahan-dalam-mendesain-dapur

Mendesain dan menata interior dapur membutuhkan keahlian agar tidak terjadi kesalahan yang merugikan kita di kemudian hari. Namun, ada kalanya beberapa orang melakukan kesalahan dalam mendesain dapur dikarenakan minimnya pengetahuan mengenai penataan dapur yang baik.


1. Kesalahan Dalam Penataan “Segitiga Dapur”
Yang dimaksud dengan “Segitiga Dapur” disini adalah bagian yang paling penting dari dapur dimana pemilik rumah biasanya meletakkan bak cuci piring, kompor, dan lemari es saling berdekatan dan membentuk sudut segitiga siku-siku. Area ini merupakan area tersibuk di dapur dimana Anda biasanya menghabiskan banyak aktifitas dapur seperti memasak, meracik bumbu, dan mencuci. Untuk itu, area ini membutuhkan perencanaan yang matang dengan akses yang mudah dan tidak banyak penghalang sehingga Anda dapat melakukan aktifitas dapur yang nyaman disini.
 
3 hal tersebut haruslah diletakkan dengan jangkauan yang tidak terlalu lebar, sehingga Anda tidak kesulitan ketika harus berpindah dari kompor ke bak cuci piring atau dari kompor ke lamari es, dan begitu pula sebaliknya.


Apapun jenis dan ukuran dapur di rumah kita, apakah berbentuk U, L, atau memanjang, jarak ideal antara kompor, kulkas, dan bak cuci piring haruslah tidak kurang dari 10 kaki dan tidak lebih dari 25 kaki. Bila jarak antar masing-masing tempat tersebut terlalu sempit, di saat dapur tersebut diganakan oleh lebih dari 1 orang dalam waktu yang bersamaan, maka orang-orang yang bekerja di dalamnya akan mudah bersenggolan satu sama lain.


Bila jaraknya terlalu lebar, Anda bisa sangat kelelahan ketika harus menyiapkan keperluan memasak sendiri karena Anda harus mengeluarkan energi yang lebih untuk menjangkau satu tempat ke tempat lain.
Bak cuci piring biasanya dipasang di tempat yang dekat dan terjangkau pipa air. Namun kesalahan yang paling fatal ditemui yakni bak tempat cuci piring dipasang tepat di atas pipa air di lokasi yang kurang tepat. Untuk itu, mintalah tukang ledeng untuk memperbaiki posisi bak cuci piring atau pipa air bila dirasa posisinya kurang tepat.
 
2. Meniadakan Lemari Penyimpanan
Dapur adalah tempat yang wajar bila di dalamnya banyak dijumpai benda-benda hingga membuat seisi ruangan penuh. Beberapa orang mensiasatinya dengan meletakkan lemari atau rak penyimpanan yang ukurannya cukup besar. Namun, masalah baru justru timbul. Kehadiran lemari dan rak penyimpanan tersebut kadang cukup menyita tempat dan membuat dapur yang kecil menjadi terlihat semakin sempit.


Cara mensiasatinya yakni pilihlah rak atau lemari kecil yang terpasang memanjangdi bawah meja kompor. Selain itu, area di atas lemari es juga dapat dipasangi rak kecil yang memanjang sehingga dapat digunakan untuk tempat penyimpanan.


3. Tidak Adanya Meja Konter
Salah satu kesalahan terbesar dalam mendesain dapur yakni tidak adanya meja konter (countertops) sebagai tempat untuk melakukan segala aktifitas yang berhubungan dengan memasak. Padahal, semua aktifitas di dapur akan lebih mudah dilakukan di atas meja konter. Hal lain yang sering terjadi yakni keberadaan meja konter lebih banyak digunakan untuk meletakkan kitchen appliances seperti piring, cangkir, pisau, dan alat-alat masak lainnya.


Sehingga, meja konter tersebut menjadi terlalu penuh dan tidak dapat berfungsi secara maksimal. Solusinya yakni dengan memindahkan alat-alat dapur ke rak dan lemari penyimpanan dan biarkan meja konter tetap dalam keadaan bersih dan lapang.
 
4. Sistem Pencahayaan yang Buruk
Kebanyakan orang melihat dapur sebagai bagian rumah yang tidak terlalu penting perannya, terutama dari segi estetis. Maka dari itu, sistem pencahayaan yang diberikan pada ruangan ini pun cenderung ala kadarnya. Mereka tidak memasang lampu atau pencahayaan yang tepat, bahkan cenderung lampu yang di pasang di tempat ini wattnya cukup kecil, sehingga membuat ruangan dapur yang kecil tampak semakin sempit. Mereka berfikir bahwa aktifitas di dapur lebih banyak dihabiskan di siang hari.


Jadi, pencahayaan alami dari sinar matahari lah yang akan lebih banyak berperan. Hal tersebut tentu tidak benar karena ada beberapa orang justru senang menghabiskan malam hari di dapur. Sejatinya, dapur yang idel memiliki 3 jenis pencahayaan: lampu utama, lampu kerja, dan lampu tambahan sebagai aksen. Pertimbangkan untuk meletakkan lampu-lampu kecil di tiap sudut dapur agar dapat memberi aksen luas dan kesan estetis pada dapur Anda.
 
5. Meniadakan Keberadaan Dinding Ubin
Pada saat mendesain dapur, kita jarang berfikiran untuk memasang ubin pada dinding. Padahal, ubin di dinding ini sangat penting untuk melindungi dinding dapur dari cipratan minyak, cipratan air yang membuat lembab, serta asap dari kompor yang membuat dinding menjadi kehitaman. Dengan menggunakan dinding ubin, kita dapat dengan mudah membersihkan kotoran tersebut setelah memasak.


Memang, memasang ubin pada dinding membutuhkan biaya tambahan. Namun, dengan cara ini, Anda bisa menghemat biaya jangka penjang karena Anda tidak perlu mengecat dinding dapur Anda berulang-ulang.


6. Melupakan Keberadaan Ventilasi
Sering kita mengunjungi dapur seseorang dengan desain dan konsep yang baik, namun kita terganggu dengan bau yang tidak sedap dari dapur tersebut. Bau atau hawa yang tidak sedap bisa datang dari proses memasak, sisa-sisa lemak atau kerak di dinding dapur, atau dari piring kotor yang menumpuk di bak cuci piring. Bila hal ini terjadi, secantik apapun desain dapur, tentu beraktifitas di dapur akan menjadi tidak menyenangkan.


Untuk mengurangi udara pengap dan hawa yang tidak sedap, salah satunya dengan menciptakan sirkulasi udara yang baik di dapur. Tanpa adanya ventilasi udara yang baik di dapur, bagaimana bisa kita berharap sirkulasi udara di dalamnya menjadi segar? Untuk itu, luangkan sejengkal dinding pada dapur Anda untuk dipasangi ventilasi udara. Dengan adanya ventilasi udara tersebut, maka kualitas udara di dalam dapur akan membaik dan bau yang tidak sedap dapat cepat dinetralisir.
 
Selain membuat hawa dan udara di dalam dapur menjadi lebih sehat, ventilasi udara juga memiliki fungsi lain. Ventilasi dapat menjaga keawetan kitchen appliances Anda karena sirkulasi udara yang baik dapat mengurangi kelembaban ruangan. Kelembaban yang tinggi membuat jamur atau lumut tumbuh subur dan berpeluang merusak peralatan dapur di rumah Anda. Dengan adanya ventilasi udara yang baik dan benar, maka pertumbuhan jamur dan lumut akan terhambat.


7. Kesalahan Dalam Memilih dan Menempatkan Kitchen Island
Saat Anda memutuskan membeli meja kerja ditengah dapur (kitchen island), hal pertama yang Anda pikirkan yakni seberapa besar lemari atau rak-rak penyimpanan yang ada padanya. Selain itu, Anda mungkin akan mempertimbangkan seberapa besar dan luas meja sajinya atau tempat untuk memasak tersebut. Namun, Anda mungkin sering melupakan kesesuaian antara pulau dapur yang akan dibeli dengan ukuran dan dimensi dapur Anda.


Padahal, seberapa besar ukuran kitchen island tentu harus mempertimbangkan luas dari dapur itu sendiri. Jangan sampai hanya karena Anda ingin membeli kitchen island yang luas dan lebar, Anda memaksakan membeli benda tersebut untuk dapur Anda yang mungil. Maka dari itu, pulau dapur yang tepat haruslah memiliki ukuran yang proporsional dengan dapur Anda, jangan sampai terlalu besar maupun terlalu kecil.
 
Selain pemilihan yang salah, penempatan kitchen island pun kadang kurang sesuai. Posisi kitchen island seringkali malah menghalangi jalannya aktifitas Anda di dapur. Kitchen island haruslah di tempatkan dengan mempertimbangkan posisi “segitiga dapur”, yakni kompor, lemari es, dan bak cuci piring.


8. Malas Mendaur Ulang Sampah Dapur
Dapur adalah surga bagi kita yang gemar melakukan daur ulang. Di dapur, kita dapat menemui beragam benda yang cocok untuk di daur ulang, seperti kemasan makanan, kaleng, kardus, atau kotak makanan. Salah satu langkah awal untuk mendaur ulang yakni dengan memisahkan sampah yang dapat di daur ulang dengan yang tidak dapat ke dalam tempat sampah yang berbeda. Tapi, kadang orang-orang malas untuk meletakkan 2 tempat sampah di dapur. Mereka menganggap 2 benda yang serupa diletakkan di ruangan yang kecil seperti dapur akan menyita tempat. Hal ini tentu keliru karena ke dua tempat sampah tersebut memiliki fungsi berbeda.


Bila kita hanya menyediakan 1 tempat sampah di dapur,maka kita cenderung malas untuk melakukan daur ulang karena sampah sudah terlanjur tercampur. Bila Anda berkeinginan untuk mendaur ulang sampah di dapur, niatkan untuk selalu menyediakan 2 tempat sampah, dimana 1 untuk sampah untuk sampah daur ulang, dan 1 lagi untuk sampah yang tidak dapat di daur ulang.
 

9. Desain Dapur yang Terlalu Berlebihan
Tidak salah bila seseorang ingin meniru desain dapur yang terbaru dan menjadi trend. Namun, terlalu berekesperimen dengan dapur terkadang bukan ide yang baik. Hal ini karena desain dapur yang berlebihan dan eksentrik akan membuat seseorang cepat bosan dan ingin mengganti desain dengan model yang baru. Untuk itu, cukup terapkan desain yang simpel, moderen, dan elegan pada dapur Anda tanpa tambahan ornamen yang berlebihan.


10. Tidak Melibatkan Ahlinya
Keinginan untuk merealisasikan tampilan dapur yang sesuai impian terkadang seseorang lebih suka menangani desain dapur dan bereksperimen dengan segala hal yang berkaitan dengan kitchen appliances tanpa melibatkan ahlinya. Selain itu, hanya karena ingin menghemat anggaran, orang juga malas menyewa jasa interior desainer. Padahal, bila sesorang tidak paham betul mengenai prinsip – prinsip desain dan penataan dapur, justru waktu dan biaya yang telah dikeluarkan akan sia-sia. Apalagi ketika hasil yang didapat tidak sesuai dengan imajinasi.


Jadi, menyerahkan desain dan penataan dapur pada ahlinya diperlukan agar penataan desain dapur tetap sesuai impian tanpa menghilangkan akses dan fungsi utama dapur.

Sumber : Architectaria

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel