138 Senin, 02 September 2013 | 11:00:37

Hijau Rumput Artifisial pun Hijau di Mata

hijau-rumput-artifisial-pun-hijau-di-mata

Coba lihat taman di foto ini. Sekilas pandang, Anda pasti tidak percaya, kalau hamparan rumput hijau ini bukan rumput asli. Taman ini memang menggunakan rumput artifisial. Jenis dan bahannya sama dengan rumput yang digunakan di lapangan-lapangan futsal.

Arsitek taman ini, Sucandra H. W., dari EN-GEDI, mengatakan bahwa meski artifisial, rumput ini tak kalah hijau dari yang asli. Keuntungan lain menggunakan rumput artifisial, lanjutnya, adalah praktis dan mudah dibersihkan. Untuk membersihkan daun-daun kering yang berjatuhan, cukup gunakan sapu ijuk, atau sapu yang biasa digunakan di dalam rumah. Gunakan sedikit air untuk membersihkan noda tanah atau kotoran lainnya.

"Selain rumput, taman juga jadi lebih mudah dirawat. Tidak perlu melakukan pemangkasan rumput secara berkala, dan tidak ada rumput liar. Rumput artifsial juga tidak becek, terutama setelah hujan turun," ujar Sucandra.

Rumput artifisial tidak bisa langsung dipasang di tanah. Sucandra menjelaskan, untuk memasangnya, tanah harus terlebih dahulu dilapisi semen. Setelah semen kering, barulah rumput dipasang. Rumput artifisial biasanya berbentuk lembaran, seperti karpet. Untuk "menanamnya" dibutuhkan lem dan baut. Lem untuk merekatkan bagian tengah rumput. Sedangkan baut untuk merekatkan bagian tepi dan sudut rumput. Jangan lupa, buat saluran pembuangan air (floor drain ), di lantai semen, sebelum ditutup rumput.

Ada kelebihan, ada pula kekurangannya. Rumput artifisial, lanjut Sucandra, tidak bisa bertahan lama, maksimal penggunaan hanya dua tahun. Setelah itu, harus dilakukan penggantian. Untuk membelinya, Anda bisa menghubungi supplier rumput artifisial. Tapi untuk memasangnya disarankan, hubungi ahlinya. Berminat?

 


Sumber: Ideaonline

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel