124 Selasa, 30 Juli 2013 | 02:27:34

Desain Rumah yang Harmonis

desain-rumah-yang-harmonis

Mendekorasi interior di rumah memang mengasyikkan. Merancang, memilih, meletakkan, serta mengatur furnitur dan segala elemennya sesuai imajinasi merupakan tantangan tersendiri bagi Anda dan pasangan. Berkreasi pada ruangan dalam hunian tentu sah-sah saja.

Tapi, Anda harus memperhatikan kesinambungan antara satu ruangan dengan ruangan lain sehingga tercipta keharmonisan antar ruang. "(Kota) Roma tidak dibangun dalam satu hari," kata konsultan desain Davis Remignanti.

Penggabungan dua perabot rumah tangga yang senilai menjadi satu kesatuan yang kompatibel, terang dia, tidak akan terjadi dalam satu malam. Jadi, mengapa tidak menghapus tekanan dari diri Anda sendiri dan membuat dekorasi ruang baru bersama pasangan sehingga menimbulkan pengalaman yang jauh lebih santai dan menyenangkan. Maka, kemungkinan untuk menderita stres akibat perasaan yang terlalu emosional akan lebih diminimalisir.

"Ini merupakan kesempatan untuk belajar tentang satu sama lain dan berbagi apa yang Anda sukai," ujar Remignanti seperti dikutip laman Home and Garden Television.

Untuk menurunkan tingkat stres, Anda dan pasangan harus memilih satu atau dua ruang saja yang akan menjadi fokus desain. Pilih ruangan di mana Anda akan menghabiskan paling banyak waktu bersama atau paling Anda pedulikan. Untuk banyak pasangan, kamar tidur akan menjadi ruang pribadi yang pertama dipikirkan. Sementara ruang tamu adalah area yang paling diandalkan dari ruang publik.

 Untuk membuat rumah yang harmonis, penghuni harus saling menghormati, khususnya pasangan suami istri. Baik memilih perabotan baru atau mencoba untuk mencari tahu apakah seseorang senang dengan suatu barang tertentu. Perhatikan emosi secara mendasar.

"Anda mungkin menginjak-injak perasaan pasangan jika membuang kursi malas usang pemberian ayahnya," ujar Remignanti. Anda juga dapat menyinggung perasaan dia jika mempertanyakan seleranya.

"Meskipun raut wajah Anda telah mengatakan dengan keras dan jelas apa yang Anda pikirkan tentang sesuatu," tambah desainer interior Jayne Pelosi. Pelosi bercerita, dia pernah membawa beberapa karya seni abstrak kontemporer untuk hiasan rumah pasangan muda atas permintaan dari pihak istri. Saat meminta persetujuan, sang suami menatapnya dengan ekspresi tidak terima, lantas menolak menerimanya.

"Sang suami menanyakan istrinya sambil berbisik mengapa memilih model karya seni seperti itu. Dan sang istri langsung menjadi defensif dan mengajukan alasan intelektual mengapa beberapa seni modern adalah penting," ungkap Pelosi.

Langkah selanjutnya adalah beli sesuatu bersama-sama. Mungkin sebuah tempat tidur baru ukuran queen-size atau sofa empuk yang nyaman untuk diduduki. Ini sesuatu yang bukan milik aku atau kamu tapi kami.

Jika salah satu pasangan benar-benar membenci sebuah barang, singkirkan dari rumah. "Anda tentu tidak ingin barang tersebut menjadi pemicu pertengkaran di rumah," timpal Sarit Catz, desainer interior yang berbasis di New Jersey, seperti dikutip laman Home and Garden Television.

Bagaimana jika Anda tidak tahan untuk berpisah dengan benda kesayangan Anda? Catz menyarankan memasukkan item tersebut ke dalam ruang penyimpanan untuk beberapa saat guna melihat apakah terjadi penurunan ketidaksukaan. Jika beruntung, Anda berdua akan lupa memiliki barang tersebut.

Jangan lupa, agar desain rumah lebih harmonis, kompromi dengan pilihan warna. Tidak harus menjadi dunia yang hitam-putih. Jika pasangan suka dengan ruangan bernuansa pink, coba warna wine. Jika pasangan cinta dengan sofa cokelat, cobalah gunakan corak cafe au lait. Ketika memilih warna untuk semua dari dinding hingga jendela, rembukkan jalan tengah dengan pasangan.

 

 

 


Sumber: Okezone Property.

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel