456 Senin, 25 Agustus 2014 | 04:25:40

Cara Menyimpan Obat Yang Benar

cara-menyimpan-obat-yang-benarsahabatnestle

Seperti layaknya makanan, obat merupakan benda yang tidak bisa diperlakukan sembarangan. Obat adalah barang yang harus terus terjaga keutuhannya agar zat-zat yang terkandung di dalamnya tidak rusak atau berubah. Selain dibutuhkan saat dalam kondisi sakit, obat biasanya disimpan untuk antisipasi bila tiba-tiba ada yang jatuh sakit. Hal yang sama biasanya juga dilakukan pada jenis obat resep yang tersisa. Dengan harapan, obat tersebut masih bisa dikonsumsi saat sakit yang sama terjadi lagi.

Tetapi, bagaimanakah cara menyimpan obat-obatan yang tepat? Berikut adalah tips dari Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan NAPZA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Retno Tyas Utami.

1. Jangan lebih dari seminggu

Aturan ini berlaku untuk jenis obat-obatan resep yang didapat dari pemeriksaan dokter.

"Bila perlu segera buang, jika sudah tidak mengonsumsi. Penyimpanan obat di dokter dan rumah sakit berbeda," ujar Retno.

Ia menjelaskan, ada perbedaan perlakukan pada obat-obat yang disimpan di rumah dan rumah sakit, contohnya dari suhu penyimpanan. Penyimpanan di rumah, ditakuti akan menurunkan mutu obat dan memudahkan organisme lain berkembang. Retno menganjurkan, jangan mengkonsumsi obat yang telah dibuka dari kemasannya jika sudah lewat satu minggu.

2. Perhatikan petunjuk penyimpanan

Penyimpanan yang benar akan menjamin kualitas obat. Petunjuk antara lain mencakup, sinar matahari dan suhu penyimpanan. Selain itu harus diingat, tidak semua obat dapat disimpan dalam waktu lama.

"Sirup penurun panas anak mungkin bisa sampai sebulan, karena sifatnya yang lebih stabil. Namun jangan sampai kena sinar matahari," tambah Retno.

3. Perhatikan expiration date

EXP adalah kepanjangan dari expiration date yaitu batas waktu penggunaan obat atau tanggal kedaluwarsa. Setelah melewati batas waktu yang ada pada kemasan, kualitas obat menurun dan dikhawatirkan menimbulkan efek negatif pada pemakai.

"Jangan tertipu kemasan atau wujud obat yang masih baik. Jika sudah kedaluwarsa langsung buang, tidak perlu merasa sayang," jelas Retno.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel