754 Rabu, 27 November 2013 | 11:18:03

Memasang Ambalan dengan Angkur

memasang-ambalan-dengan-angkur

Ambalan sangat bermanfaat untuk meletakkan barang-barang koleksi atau pun pernik pada dinding. Ambalan tidak menyita tempat dan dapat diletakkan di mana saja. Bentuknya serupa dengan rak, yakni berupa sebilah papan yang ditempelkan ke dinding secara horizontal. Pemasangannya ke dinding dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan siku sederhana dari aluminium atau kayu, bracket yang fleksibel, atau angkur besi.

Berikut cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat ambalan dari angkur besi.

  • Siapkan multipleks 3cm yang dilapis tripleks 5mm dengan coating  takon. Lapisan tripleks dibuat lebih menonjol 5mm di satu sisi (bagian yang menempel), sedangkan sisi lain dibuat rapi (seperti permukaan). Lubangi bagian multipleks dengan tiga lubang untuk menyelipkan angkur besi. Jarak lubang dari kedua ujung masing-masing 15cm, dan jarak ke lubang tengah 30cm.
  • Siapkan sebatang besi 3mm lebar 1 inchi (2,5cm). Potong dengan ukuran 87cm (1 batang) dan 22cm (3 batang). Siapkan juga beberapa paku 2 inchi. Las ketiga besi 22cm ke besi 87cm, dengan jarak yang disesuaikan dengan lubang papan. Beri lubang-lubang untuk paku. Pasang atau tempelkan ke dinding dengan memakunya kuat-kuat.
  • Pasang papan multipleks yang sudah dilubangi tadi dengan memasukannya ke angkur yang sudah menempel di dinding. Ambalan pun siap, dan dapat dilepas-pasang dengan mudah.

Selamat mencoba!


Sumber : Ideaonline

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel