483 Rabu, 03 Juli 2013 | 01:20:26

Wadah Plastik: Alternatif Tempat Penyimpan Mainan Anak

wadah-plastik-alternatif-tempat-penyimpan-mainan-anak

Jangan buru-buru menyalahkan anak-anak kalau mainan mereka selalu berantakan. Bisa jadi karena memang wadah penyimpanannya sudah tak memadai. Atau karena mereka tak "diperkenalkan" dengan wadah penyimpanan mainan mereka sendiri.

Mulai sekarang, coba ajak mereka untuk merapikan mainannya. Darimana memulai?

Pastikan Anda menyiapkan wadah penyimpanan yang memadai. Bisa lemari, boks berukuran besar, rak, dan sebagainya. Jika terasa merepotkan untuk membuat semua itu. Beli saja boks-boks plastik berukuran besar, di toko-toko home furnishing .

Pilih desain wadah penyimpanan yang tidak ribet . Mudah dibuka-tutup, sehingga si kecil tidak kesulitan menggunakannya.

Tempatkan wadah penyimpanan di tempat yang bisa dijangkaunya. Selain memudahkan ia mengambil mainan favoritnya, pun memudahkannya mengembalikannya setelah selesai digunakan.

Perhatikan tinggi wadah penyimpanan, kalau berupa rak atau lemari. Kalau ketinggiannya melebihi jangkauan si kecil, tentu akan membuatnya malas merapikan mainannya. Atau siapkan tangga atau dingklik kecil, yang bisa digunakannya untuk meraih tempat yang tinggi.

Kalau sudah menyediakan wadah penyimpanan, ajak si kecil bersama-sama Anda membereskan mainannya. Lama kelamaan, ia akan terbiasa untuk mengembalikan mainan ke tempatnya, setelah selesai digunakan.

 


Sumber: Ideaonline

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel