161 Senin, 01 Juli 2013 | 12:21:52

Yuk Merapikan Rumah!

yuk-merapikan-rumah

Sayangnya, tidak banyak orang yang memberikan cukup perhatian pada "strategi" membenahi rumah. Padahal, dengan mengetahui kunci-kunci penting dalam membenahi rumah, Kamu dapat menghemat tenaga dan membuat rumah lebih rapi dalam waktu lama.
Berikut langkah-langkahnya: 
 
1. Mudahkan diri Anda sendiri
Dalam proses membenahi rumah, hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah memudahkan diri Anda sendiri. Menurut Kate Brown, seorang organizer  profesional bersertifikat dan pemilik Impact Organizing, LLC., sebaiknya segalanya dibuat lebih praktis. Sebagai contoh, hindari "menyembunyikan" keranjang cucian kotor di belakang lemari. Sebaliknya, gunakan keranjang terbuka yang mudah diakses. Dengan keranjang tersebut, Anda dapat melemparkan pakaian kotor dengan mudah. Efeknya, Anda lebih disiplin dalam menempatkan cucian kotor.
 
Gunakan juga penyimpanan terbuka untuk keperluan lain, seperti keperluan mandi dan memasak. Dengan cara ini, Anda tidak malas menyimpan barang-barang kembali pada tempatnya. Bahkan, Anda juga dapat menerapkannya pada tempat sampah. Semakin sedikit langkah yang harus ditempuh, sistem pengaturan akan semakin baik.
 
2. Hindari buru-buru membeli tempat penyimpanan
Ketika ingin membenahi rumah, banyak orang justru "terperangkap" keinginan untuk menyediakan lebih banyak tempat penyimpanan yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Padahal, kunci sebenarnya adalah mengevaluasi diri Anda sendiri.
 
Selalu ingat "aturan" 80/20. Maksudnya, orang-orang hanya menggunakan 20 persen barang-barang yang mereka miliki di rumah. Dengan mengingat "peraturan" ini, Anda juga menyadari bahwa sebenarnya Anda dikelilingi barang-barang yang sudah tidak lagi diperlukan. Menyingkirkannya menghemat uang Anda dalam penyediaan tempat, serta mengurangi "sakit kepala" dalam situasi-situasi darurat.
 
3. Cek "sistem" Anda
Jika Anda sudah selesai membenahi rumah, namun masih tampak berantakan, tiba saatnya  memperbaiki sistem pengaturan. Pertama, singkirkan barang yang tidak dibutuhkan.
 
Langkah kedua, kumpulkan barang-barang berdasarkan penggunaannya. Simpan benda-benda tersebut pada kontainer terbuka. Ketika memilih tempat penyimpanan, usahakan berbentuk persegi. Bentuk tersebut jauh lebih menghemat tempat ketimbang bentuk melingkar. Setelah semuanya memiliki tempat, berikan nama pada masing-masing tempat tersebut.
 
Usahakan seluruh keluarga Anda mengetahui "sistem" tersebut. Tujuannya, agar mereka dapat membantu mengembalikan barang-barang pada tempatnya dan menjaga keteraturan di dalam rumah.


4. Terlalu penuh, itu merupakan "alarm"
 
Setelah menyediakan tempat penyimpanan untuk segala hal, Anda akan mengetahui dengan pasti, kapan waktunya untuk menyingkirkan barang-barang tersebut. Sebagai contoh, jika  memiliki tempat khusus untuk majalah, Anda akan menyadari jika tempat majalah sudah penuh, artinya harus segera disingkirkan.
 
5. Buat laci Anda teratur
Jangan biarkan tempat-tempat "tersembunyi" di rumah menjadi "sarang" tumpukan barang. Buat laci Anda tetap teratur dan isinya tidak menumpuk. Caranya, pisah-pisahkan bagian dalam laci   dengan kontainer-kontainer mungil. Anda dapat memisahkannya sesuai kegunaan barang-barang tersebut.
 
6. Singkirkan kesempatan barang menumpuk
Beberapa lokasi berpotensi menjadi lokasi barang-barang menumpuk. Contoh meja makan, meja di dekat pintu masuk rumah, dan meja dapur. Sebaiknya "singkirkan" kesempatan barang-barang menumpuk dengan cara "memenuhi" area itu lebih dahulu.
 
Sebagai contoh, jika Anda cenderung memenuhi meja makan dengan tumpukan barang-barang, berikan centerpiece  pada bagian tengahnya.


7. Buat barang Anda mudah diraih
Terakhir, perhatikan lokasi penyimpanan barang-barang. Bagi barang-barang yang sering Anda gunakan, sebaiknya disimpan pada lokasi mudah diraih. Sebaliknya, bagi barang-barang "musiman", sebaiknya simpan pada lokasi-lokasi aman yang lebih sulit dijangkau.
Cara ini membuat Anda beraktifitas di dalam rumah dengan lebih efisien, tanpa perlu membongkar tempat penyimpanan karena terhalang "barang-barang musiman".

 


Sumber: Ideaonline.co.id

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel