54 Rabu, 02 Juli 2014 | 02:31:22

Pelihara Lingkungan dengan Bangun Resapan Air

pelihara-lingkungan-dengan-bangun-resapan-airIndonesia Raya News

Banjir yang melanda saat musim hujan dan kekeringan yang melanda saat musim kemarau merupakan masalah yang sudah biasa dijumpai di kota-kota besar Indonesia belakangan ini, terutama Jakarta. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya ruang terbuka hijau untuk daerah resapan. Anda dapat turut membantu mengatasinya dengan membuat sumur resapan di pekarangan rumah anda. Bila semua warga di perkotaan melakukan hal ini, dapat dipastikan saat musim hujan kita tidak akan kebanjiran karena air terserap secara maksimal ke dalam tanah, sehingga pada musim kemarau, kekeringan juga tidak akan terjadi.

Cara membuat sumur resapan juga terbilang mudah. Anda cukup menggali sumur dengan diameter 0,8-1,2 meter sedalam 1,5-3 meter, tergantung curah air dan kondisi tanah galian. “Jika curah hujannya tinggi, lebih baik sumur resapan dibuat lebih lebar dan dalam agar dapat menampung air lebih banyak. Begitu juga jika tanahnya kering, tanah yang kering akan lebih lambat menyerap air. Sebaliknya, penggalian yang dangkal untuk sumur resapan di tanah berpasir tidak apa-apa karena kemampuan menyerapnya yang tinggi,” ujar Dadang Sobana, ST, perekayasa mudah Puslitbangkim PU.

Untuk tipe rumah 36, satu sumur resapan berdiamater 1 meter sudah cukup, sedangkan untuk tipe rumah 70, dengan atap lebih lebar yang dapat mencurahkan lebih banyak air, perlu dua sumur resapan. Bentuk sumur resapan sendiri bisa berbentuk kotak atau bundar dengan dinding yang terbuat dari tanah, susunan bata berlubang tanpa plester, atau pipa beton berlubang.

Sebaiknya, bagian bawah sumur diisi kerikil, puing, atau serabut seperti ijuk setebal kira-kira 10 cm.  Menurut Dadang, “Jika tidak diberi alas kerikil atau ijuk, air akan langsung menuju pori-pori tanah dan malah akan menyumbatnya, sehingga mengurangi efektifitas sumur dalam menyerap air.”

Bagian atas sumur dapat dilapisi beton bertulang yang cukup kuat, dengan posisi lebih rendah sekitar 15 cm dari permukaan tanah. Posisi ini akan memungkinkan anda untuk menimbun sisanya dengan tanah untuk ditanami pohon atau tanaman lainnya.

Ada dua alternatif untuk mengalirkan air hujan ke sumur resapan. Yang pertama adalah dengan mengalirkan saluran air hujan di halaman langsung dari atap atau melalui talang vertikal, sebelum terus ke bak kontrol berpenyaring kasa nyamuk dan masuk ke sumur. Yang kedua adalah mengalirkannya langsung dari saluran air hujan ke sumur tanpa fasilitas bak kontrol.

Pipa yang digunakan untuk pengaliran air ke saluran air hujan sebelum di alirkan ke sumur adalah pipa PVC 110 mm (3 inch). Pipa lain untuk melepas air sumur juga diperlukan untuk berjaga-jaga apabila sumur penuh saat hujan deras.

 

Sumber: Housing Estate

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel