115 Senin, 13 Januari 2014 | 05:50:34

Jangan Cuma Khawatir Banjirnya, tapi Sengatan Listriknya!

jangan-cuma-khawatir-banjirnya-tapi-sengatan-listriknya

Saat terpapar air dan aliran listrik, seseorang bisa dengan mudah tersengat listrik hingga meninggal. Air memang penghantar listrik yang baik, begitu pula tubuh manusia. Terkait banjir yang melanda Jakarta dua hari ini, Country President PT Schneider Electric Indonesia, Riyanto Mashan, kembali mengingatkan tragedi banjir besar di Thailand tahun lalu. Ia bukan mengkhawatirkan banjirnya, tapi sengatan listrik yang membahayakan nyawa.

"Saat banjir besar di Thailand itu, ada di satu kampung lima ratus orang tewas tersengat listrik karena listrik di kampung itu belum dimatikan oleh petugas PLN-nya. Itulah bahaya listrik yang sebenarnya," ujar Riyanto mengingatkan.

Seperti diberitakan di Kompas.com, PT PLN Ditribusi Jakarta Raya (Disjaya) dan Tangerang terpaksa mematikan sejumlah gardu listrik. Hal itu untuk mengamankan seluruh pelanggan di kawasan yang terkena banjir.

"PLN berusaha mengamankan pelanggan dengan memadamkan aliran listrik. Hal tersebut dilaksanakan demi keselamatan pelanggan itu sendiri," kata Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Disjaya Roxy Swagerino kepada wartawan, di Jakarta, Senin (13/1/2014).

Sampai pukul 07.00, sekitar 130 gardu telah dipadamkan di wilayah Jakarta dan Tangerang antara lain, di area Menteng, Jatinegara, Pondok Gede, Kramatjati, Pondok Kopi, Bulungan, Lenteng Agung, Bintaro, Kebon Jeruk, Cikokol, dan Cengkareng.

Memutus aliran listrik
Di Indonesia, datangnya musim hujan kerap diasosiasikan dengan datangnya musim bencana. Debit air yang begitu besar tidak diimbangi dengan tindakan pencegahan memadai. Hasilnya, banjir dan longsor pun terjadi.

Tidak berhenti sampai di situ. Banjir misalnya, juga kerap membawa berbagai bahaya lainnya, salah satunya bahaya tersengat listrik.

Untuk itulah, Riyanto mengatakan, sebenarnya potensi bahaya tersebut bisa diantisipasi sejak jauh hari. Langkah harus dilakukan adalah memastikan aliran listrik sudah padam ketika listrik berpotensi melakukan kontak dengan konduktor, terutama tubuh manusia.

"Agar tidak terkena kontak langsung dengan manusia, itu tujuannya," kata Riyanto.

Namun, lanjut Riyanto, ada cara lain lebih efektif, yaitu memasang proteksi ELCB di setiap rumah. ELCB ini akan mendampingi MCB.

"Pemasangan ELCB sangat dianjurkan, khususnya di lokasi-lokasi lembab," tuturnya.

Berbeda dengan MCB atau Miniature Circuit Breaker yang berfungsi mencegah arus pendek, ELCB atau Earth Leakage Circuit Breaker berfungsi mengamankan manusia dari "arus bocor" atau kebocoran arus. Dengan mudahnya, ELCB akan memberikan pengaman agar manusia tidak tersetrum hingga tewas.

"Listrik bisa dikatakan bocor jika ada yang menghantarkannya keluar dari jaringan. Pertama, bisa lewat kontak langsung dengan manusia. Kedua, karena ada penghantar lain, seperti air," kata Riyanto.

Ketiga, lanjut dia, karena ada kerusakan pada sistem perlistrikan. Misalnya, lanjut Riyanto, ada robekan atau gigitan tikus pada kabel.

"ELCB akan secara otomatis memutuskan hubungan listrik ketika menyengat manusia pada arus 30mA," papar Riyanto.

Riyanto mengatakan, pada arus berkekuatan 30mA, manusia yang terekspos tegangan ini memang akan sesak napas. Namun, hal itu tidak akan menyebabkan kematian. Sementara, pada arus 1A, jantung manusia dapat berhenti berdetak.

"Di sinilah peran ELCB. Alat ini secara otomatis mampu memutus aliran listrik jika terkena manusia pada arus berkekuatan 30mA. Manusia tidak akan meninggal. Jadi, Anda tidak perlu lagi khawatir di kala banjir," kata Riyanto.
 
Untuk pemasangannya, lanjut Riyanto, Anda bisa meminta ahli listrik memasang ELCB, meski bukan rumah baru. Namun, kemungkinan besar Anda akan menghadapi masalah dalam proses pemasangannya.

"Jika berkali-kali listrik 'turun' dalam proses pengecekan saat pemasangan ELCB, kemungkinan besar sistem listrik eksisting di rumah Anda bermasalah. Mungkin, kabel Anda sudah tidak lagi dalam kondisi prima," ujarnya.

Editor    : Latief
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel