110 Selasa, 19 November 2013 | 05:44:44

Begini... Cara Sehat, Aman, dan Nyaman Tinggal di Rusun!

begini-cara-sehat-aman-dan-nyaman-tinggal-di-rusun

Rusun atau rumah susun sebenarnya sama saja dengan bangunan-bangunan perumahan lainnya. Hanya saja, rusun merupakan bangunan besar dan vertikal atau bertingkat-tingkat dan berada dalam satu atap. Semua penghuni berada dalam satu kompleks gedung yang sama. Memang, saat ini tinggal di rusun adalah pilihan terbaik ketimbang harus tinggal di daerah kumuh dan gang-gang sempit yang berhimpit-himpitan. Rumah susun adalah solusi umum yang digunakan di perkotaan lantaran lahan sudah semakin sedikit dan harganya semakin mahal.

Penyebutan rusun, apartemen, flat dan kondominium dibedakan berdasarkan kondisi bangunan sederhana sampai mewah dan fasilitas yang lengkap. Biasanya yang banyak timbul masalah adalah rumah susun.

Di sini orang-orang yang tinggal mempunyai tingkat ekonomi menengah ke bawah dan profesinya juga serabutan dengan tingkat pendidikan umumnya juga relatif rendah. Kondisi ini berbeda dengan penghuni flat, apartemen atau kondominium.

Nah, di sini penulis hanya memberikan tips untuk mereka yang tinggal di rumah susun sederhana dengan beragam penghuni dan permasalahannya. Simak berikut ini:

Tips sehat
Rumah susun biasanya kurang pencahayaan dan ventilasi sehingga sangat mengganggu kesehatan para penghuninya. Untuk mengatasi hal ini, usahakan selalu rutin olah raga dan keluar rumah di pagi hari, serta sering berjemur di bawah sinar matahari pagi. Jagalah selalu kebersihan diri, membuang sampah di tempat yang telah ditentukan.

Kamar tidur dan rumah harus selalu dibersikan, jangan dibiarkan lembab. Jangan terlalu banyak menggantung pakaian di rumah karena bisa menjadi sarang nyamuk demam berdarah. Kamar mandi dan bak mandi atau penampungan air harus selalu dibersihkan. Agar tidak repot mencuci dan menjemur pakaian, Anda bisa menggunakan jasa laundri kiloan yang murah dan tersedia di sekitar rumah susun.

Tips aman
Keamanan adalah hal paling diperlukan jika kita tinggal di manapun, baik di rumah susun maupun rumah tapak. Biasanya rumah susun mempunyai pengelolaan keamanan, baik yang dikelola warga sendiri atau pengelola rusun. Namun demikian, kita tetap menjaga rumah dan barang-barang pribadi untuk menyimpannya dengan aman. Maka, pastikan pintu-pintu dan jendela terkunci saat malam hari atau saat meninggalkan rumah.

Untuk menghindari bahaya kebakaran, penghuni rumah susun harus ekstra ketat. karena kelalaian bisa berakibat fatal. Jangan meninggalkan masakan di dapur sementara kompor sedang menyala. Jangan menambah dan memasang intalasi listrik sendiri jika anda bukan ahlinya.

Korsleting listrik di rumah susun dapat menimbulkan bahaya kebakaran bagi penghuni rusun semua. Untuk itu, sediakan alat pemadam api seperti yang ada pada mobil  di rumah. Jika ada kebakaran, Anda bisa segera menggunakannya untuk memadamkan nyala api agar tidak membesar dan merambat ke mana-mana.

Tips nyaman
Kenyamanan adalah masalah perasaan. Untuk membuat suasana nyaman kita harus selalu bersosialisasi dengan warga. Jaga hubungan baik dengan tetangga dan warga yang lain. Jika mempunyai sedikit kelebihan baik mateerial maupun ilmu pengetahuan, jangan pelit untuk berbagi kepada sesama warga.

Ajak warga bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban dan keamanan agar tercipta lingkungan nyaman di rumah susun. Semua warga harus berperan aktif. Dengan demikian timbul perasaan saling memiliki dan saling menjaga sehingga membuat suasana menjadi nyaman dan tenteram.  

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel