179 Senin, 28 Oktober 2013 | 10:18:10

Agar Kamar Mandi Tidak Rentan Kotor

agar-kamar-mandi-tidak-rentan-kotor

Setiap rumah memerlukan setidaknya satu kamar mandi. Jika jumlah kamar mandi yang sedikit berbanding terbalik dengan penggunanya, tentu jumlah penggunaan dan traffic kamar mandi akan semakin tinggi. Tentu saja, kamar mandi menjadi rentan kotor dan tidak terawat. Padahal, kotoran yang menumpuk terlalu lama akan sulit dibersihkan.

Biasanya, ketika sudah sulit dibersihkan, pengguna kamar mandi cenderung membersihkan kamar mandi dengan cara instan, yaitu menggunakan cairan pembersih berbahan kimia berbahaya. Padahal, Anda bisa menghindari hal-hal tidak diinginkan akibat dari pemakaian zat kimia tersebut di kamar mandi. Simak tipsnya berikut ini:

Lima menit
Pertama, bersihkan kamar mandi setiap hari. Gunakan waktu lima menit Anda setiap hari untuk membersihkan kamar mandi. Dengan cara "mencicil", Anda akan mendapatkan kamar mandi yang selalu bersih tanpa perlu menghabiskan banyak waktu.

Abrasif
Berhentilah menggunakan bubuk penggosok untuk bak mandi dan bath tub Anda. Bubuk tersebut terlalu abrasif untuk Anda gunakan setiap hari. Setelah mandi, gunakan semenit waktu Anda untuk mengelap bath tub dan keran dengan lap untuk membantu menghilangkan sisa-sisa sabun dan mencegah adanya penumpukan mineral.

Tirai shower
Bukalah tirai shower Anda seusai mandi. Dengan cara ini, tidak ada air yang mengendap di antara lipatan. Bila perlu, hilangkan air pada tirai shower dengan spons karet setiap selesai Anda gunakan.

Minyak esensial
Gunakan cara tidak beracun yang efektif untuk membersihkan tempat mandi Anda. Gunakan satu sendok teh sabun cair dan beberapa tetes minyak esensial anti bakteri (seperti eucalyptus, rosemary, atau peppermint) ke dalam satu cangkir baking soda. Tambahkan cukup air hingga mampu membuat pasta. Seka bath tub Anda dengan pasta ini dan spons atau sikat.

Cuka dan air
Bebaskan showerhead Anda dari timbunan mineral dengan cara sederhana ini. Isi sebuah kantung plastik dengan larutan cuka putih dan air. Rendam showerhead dalam kantung plastik berisi larutan cuka tersebut. Biarkan showerhead tersebut terendam semalam dengan menggantung plastik tepat pada showerhead. Setelah itu, keesokan harinya, gosok muka showerhead dengan sikat gigi tidak terpakai.

Berhati-hatilah dengan marmer!
Marmer memang tampak cantik dan glamor. Namun, karena sifatnya yang lembut dan berpori, marmer dapat dengan mudah teroda, terbaret, dan pecah. Karena itu, Anda perlu membersihkannya secara teratur dan selembut mungkin. Gunakan spons lembut dan sabun yang juga lembut.

Dual-flush
Gunakanlah kloset dengan fitur dual-flush. Dengan memilih kloset semacam ini, Anda dapat mengurangi jumlah penggunaan air. Umumnya, kloset dengan model konvensional mampu menghabiskan 13,2 liter hingga 26,4 literair per-flush. Dengan fitur efisien, Anda dapat menghabiskan hanya 3 hingga 3,4 liter air (mode buang air kecil) atau 4,7 liter hingga 6 liter.

Jamur
Pasanglah kipas exhaust untuk mengurangi adanya jamur. Kipas ini memastikan adanya perputaran udara di dalam kamar mandi. Dengan adanya perputaran udara, kelembaban kamar mandi dapat berkurang.

Pengharum ruangan
Terakhir, gunakan pengharum udara alami untuk kamar mandi. Anda dapat mengkombinasikan 30 hingga 40 tetes minyak esensial dari tiga minyak berbeda (gunakan kombinasi lemon-lavender) dengan satu cangkir air dalam botol sprei. Kocok dengan benar hingga minyak bercampur sempurna. Semprotkan wewangian alami tersebut di kamar mandi Anda.

Selamat bekerja!

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel