159 Jum'at, 18 Oktober 2013 | 07:17:29

Ingin Memasang Penangkal Petir? Ini Caranya

ingin-memasang-penangkal-petir-ini-caranya

Memasang penangkal petir tidak sulit, hanya terdiri dari kepala penangkal, kabel yang menghubungkan kepala dengan tanah, dan ground. Letakkan penangkal petir di bagian tertinggi bangunan. Bisa juga dipasang pada tiang besi yang menjulang disekitar bangunan. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat akan memasang penangkal petir.


•    Pastikan komponen sistem penangkal petir terpasang erat dan sempurna. Pemasangan yang tidak sempurna menyebabkan sistem penangkal petir tidak bekerja efektif dan rusak ketika tersambar petir.


•    Tanam ground hingga kedalaman air tanah atau hingga mencapai area basah. Tujuannya agar listrik petir langsung tersalur ke tanah.


•    Tempatkan alat penangkal petir pada bagian paling tinggi dari rumah. Jika memakai yang biasa, pasang dengan jarak maksimum 3m antartiang penangkalnya. Pastikan ukuran penangkal tepat. Untuk tumah tinggal, cukup yang berukuran 30cm atau 27cm. Semakin besar diameter kepala penangkal dan kabel, semakin baik sistem berfungsi.


•    Perhatikan pemasangan jaringan perangkatnya, mulai dari unit kepala penangkal petir, kabel sampai sistem grounding. Jika tidak, alat penangkal petir akan rusak, bengkok atau pecah jika tersambar petir.


•    Ada banyak pilihan penangkal petir dengan model dan bahan beragam. Pilih yang paling efektif menghantar listrik ribuan volt.


Foto :  Ideaonline

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel