96 Senin, 21 Oktober 2013 | 07:03:43

Detoksifikasi Rumah, Penting!

detoksifikasi-rumah-penting

Penelitian menunjukkan, polusi udara dalam ruangan 3 - 5 kali lebih berbahaya dari polusi luar ruangan. Karena itu, kebersihan rumah sangat penting, terutama saat hendak menyambut bayi baru di rumah. Dalam banyak hal, untuk meraih hidup sehat bisa dimulai dari rumah. Berikut ini beberapa cara sederhana mendetoksifikasi rumah.


•    Tanamlah tanaman di rumah. Selain sebagai sumber oksigen. Tanaman bisa menghilangkan polutan, seperti amonia (dari produk pembersih) dan formaldehida (dari mebel).


•    Sering- sering bersihkan perabotan rumah untuk menghilangkan jamur, virus, dan bakteri.


•    Bersihkan kulkas setiap bulan karena kulkas dapat menjadi tempat berkembang biaknya jamur dan bakteri.


•    Gunakan pembersih ramah lingkungan berbahan biodegradable  alias dapat terurai secara alami.


•    Gunakan minyak esensial untuk aromaterapi sehingga ruangan beraroma segar alami.


•    Ganti botol, wadah, dan piring berbahan plastik dengan yang berbahan kaca. Makan atau minum dari wadah  berbahan plastik adalah cara menelan senyama berbahaya bispenol A.


•    Gunakan mebel berbahan bebas racun, seperti bambu, rotan, atau kayu olahan.


•    Jangan terlalu lama menggunakan mesin pemotong rumput bertenaga BBM karena menghasilkan karbon monoksida.


•    Buka jendela untuk mengeluarkan polutan dari dalam rumah. Polutan di dalam ruangan lebih berbahaya dari pada di alam terbuka.


•    Gunakan cat yang tidak banyak mengandung senyawa organik-mudah-menguap, misalnya aseton. Gunakan tirai kain, bukan vinil.


•    Hindari sabun dan sampo yang mengandung wewangian sintetis dan bahan kimia. Ganti kosmetik dengan formula berbasis mineral bebas karsinogen dan petrokimia. Gunakan minyak esensial murni, bukan parfum.


•    Bila mungkin, belilah produk perawatan bayi bebas aroma dan lihat label “no phthalates ”. Produk bayi seperti sabun dan sampo bayi memiliki aroma yang khas. Namun, penelitian menunjukkan, paparan ftalat (substansi yang ditambahkan ke plastik untuk menambah fleksibilitas, transparansi dan daya tahan) dalam produk-produk tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti alergi dan gangguan reproduksi. Maka, berhati-hatilah menggunakannya. (Intisari )


Foto: kusumakreasi blogspot

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel