219 Jum'at, 26 Juli 2013 | 10:40:07

Khawatir Meninggalkan Rumah Saat Mudik? Ini Tipsnya!

khawatir-meninggalkan-rumah-saat-mudik-ini-tipsnya

Bulan suci ramadhan merupakan bulan penuh ampunan. Mayoritas umat Islam berbondong-bondong memperbanyak ibadahnya. Namun demikian, tetap saja namanya kejahatan selalu ada. Momen menjelang lebaran dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melancarkan aksi kriminalitas.

Berbagai alasan yang konyol menjadi pemicu terjadinya tindak kejahatan. Sebut saja, misalnya kasus perampokan. Setelah tertangkap pihak berwajib, pelaku mengaku terpaksa melakukan aksinya karena untuk membeli kebutuhan lebaran keluarga dan anak-anaknya. Sungguh sangat memalukan dan tidak mendidik. Suka tidak suka memang begitulah kenyataan yang kita hadapi di negeri ini.

Seringkali, kejahatan yang terjadi pada bulan ramadhan menjelang lebaran menimpa kepada orang-orang yang sedang mudik di kampung halaman. Rumahnya dibobol kawanan maling atau perampok. Belum lagi terkena musibah kebakaran, akibat kelalaian pemilik rumah atau penyebab lainnya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, ada beberapa tips meninggalkan rumah saat mudik.

1. Hindari kesan rumah tidak berpenghuni

Caranya, atur fungsi lampu. Jangan biarkan rumah gelap sepanjang waktu atau lampu tetap menyala sepanjang hari, karena hal itu akan memberi kesan bahwa rumah Anda tidak berpenghuni. Sebaiknya Anda mengganti bola lampu yang ada dengan bola lampu yang dilengkapi fungsi nyala dan mati secara otomatis. Ada bola lampu yang dilengkapi sensor sehingga bisa mendeteksi saat cahaya berkurang pada sore hari. Pada saat itu, bola lampu akan menyala dengan sendirinya dan mati pada pagi hari ketika sudah terang benderang. Anda juga bisa meminta bantuan tetangga yang tidak mudik untuk menyalakan dan mematikan lampu. Orang ini haruslah yang sudah Anda kenal lama dan bisa dipercaya. Berikan kepadanya kunci cadangan sehingga bisa masuk rumah. Namun ingat, berikan kunci pagar dan pintu depan atau pintu belakang saja. Letakkan sandal atau sepatu di pintu depan seperti hari-hari biasa. Dengan demikian, orang yang lewat akan berpikir bahwa penghuni rumah ada di dalam. Sandal atau sepatu yang diletakkan di luar sebaiknya yang biasa-biasa saja, jangan yang mahal.

2. Hentikan langganan untuk sementara

Apabila berlangganan sesuatu, entah itu surat kabar, majalah, roti, atau susu, hentikanlah untuk sementara. Anda tidak perlu mengutarakan alasannya. Barang langganan yang menumpuk di luar akan menjadi penanda bahwa rumah sedang tidak ada penghuninya dan ini sangat berbahaya.

3. Beritahu tetangga dan penjaga keamanan

Anda perlu bekerja sama dengan warga sekitar. Laporkanlah rencana mudik Anda kepada penjaga keamanan, ketua RT, dan tetangga terdekat. Mintalah bantuan mereka untuk memeriksa atau mengawasi keadaan rumah. Tinggalkan nomor telepon Anda yang dapat dihubungi jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat. Mintalah juga nomor kontak mereka agar Anda bisa sesekali menelepon untuk menanyakan kondisi rumah. Sebagai tanda terima kasih, Anda bisa membawakan mereka buah tangan dari kampung halaman.

4. Sewa penjaga rumah

Untuk Anda yang mempunyai uang lebih, tidak ada salahnya menyewa seorang penjaga rumah. Akan tetapi pastikan bahwa orang yang anda percayai untuk menjaga rumah memang sudah kenal baik dengan keluarga Anda. Jika berasal dari agen atau penyalur jasa tenaga kerja, berhati-hatilah dengan track record agen dan juga individu si penjaga tersebut. Usahakan mencari penjaga dari lingkungan sendiri dan sudah kenal. Berikan instruksi yang jelas kepada penjaga, apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan. Katakan dengan baik dan halus, karena posisi Anda saat ini adalah meminta pertolongan orang tersebut. Jangan sampai justru menyakiti perasaannya yang bisa menimbulkan dendam.

5. Amankan barang berharga

Ketika Anda dan keluarga melakukan perjalanan mudik, sebaiknya tidak meninggalkan barang-barang berharga yang ada di rumah, apalagi pada tempat yang mudah dijangkau. Simpanlah di tempat rahasia atau pada jasa penyimpanan barang berharga. Langkah menyimpan barang berharga pada jasa penyimpanan sudah seringkali dilakukan karena faktor keamanannya lebih terjamin.

6. Matikan arus listrik yang tidak diperlukan

Jika tidak ada penjaga di rumah, sebaiknya lepaskan kompor gas dari tabungnya, dan simpan tabung gas di tempat yang paling aman. Matikan arus listrik yang tidak diperlukan untuk menghindari terjadinya arus pendek atau korsleting. Jangan hanya menekan tombol off, cabutlah semua kabel dari stop kontak untuk menghindari arus pendek atau korsleting. Bahaya kebakaran dapat mengancam rumah dan sekelilingnya jika Anda lalai. Selanjutnya, matikan pompa air dan periksa pipa-pipa air yang ada. Semua keran harus dalam keadaan tertutup. Ini juga bertujuan untuk menghemat air.

7. Periksa dan kunci pintu dengan benar

Pastikan semua pintu, jendela, lemari terkunci. Jangan hanya mengunci pintu-pintu yang langsung mengarah ke luar. Kunci juga pintu kamar-kamar tidur, dapur, gudang, dan lain-lain. Demikian pula dengan jendela dan lemari. Periksa apakah ada kunci yang sudah rusak, longgar, atau tidak berfungsi lagi dengan optimal. Ganti kunci-kunci itu dengan yang baru. Anda juga bisa menambahkan gembok jika memiliki uang lebih.

8. Berdoa

Sebagai orang yang beragama, sebelum meninggalkan rumah alangkah baiknya Anda berdoa dan ketika jauh dari rumah pun berdoa. Karena seyogyanya Anda harus percaya ketika semua yang telah dipersiapkan sedemikian mungkin, namun bisa saja terjadi di luar kehendak Anda. Dengan usaha dan doa yang sudah dilakukan, maka rasanya Anda tidak perlu merasa was-was lagi karena Allah yang akan menjaga rumah Anda.

 

Sumber: Propertykita

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel