2 Kamis, 25 Juli 2013 | 11:28:05

Cara Mengusir Hama Bekicot dari Taman Rumah

cara-mengusir-hama-bekicot-dari-taman-rumah

Bekicot menjadi masalah ketika memasuki taman dan merusak tanaman. Melihatnya menempel di dinding juga kerap membuat jijik.

Bekicot menyukai tempat-tempat lembap, itu sebabnya pada musim hujan, bekicot bermunculan. Selain itu, pada musim hujan pula bekicot berkembang biak pesat. Untuk membasminya, kalau mau cepat, bisa gunakan pestisida. Tapi, kalau tidak mau menggunakan bahan kimia, ada beberapa cara alami yang bisa dicoba.

 1.Buat larutan air dan garam. Percikkan larutan air garam tadi ke badan bekicot, hingga bekicot mati. Lakukan hal ini berulang-ulang, selama beberapa hari, sampai bekicot kapok dan enggan kembali lagi.

 2.Manfaatkan aroma bawang putih. Tanam bawang putih di halaman atau taman, prioritaskan area-area lembap, yang kerap jadi tempat berkumpulnya bekicot. Kalau tak mau repot menanam bawang putih, buat larutan air rendaman bawang putih. Percikkan larutan tadi ke tanah atau dinding. Aroma tajam bawang putih membuat bekicot enggan mendekat.

3.Kalau mau repot sedikit, Anda bisa mengambil bekicot dan membuangnya satu per satu. Sama seperti cara pertama, "panen" bekicot ini harus dilakukan berulang-ulang, hingga taman bersih dari bekicot. Hasil panen ini pun dapat bermanfaat. Bekicot dapat dibuat kripik, atau kalau pun enggan bekicot dapat dikumpulkan untuk menjadi makanan ternak.

Selamat mencoba!

 


Sumber: Ideaonline

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel