388 Selasa, 03 Februari 2015 | 08:46:32

Rumor Rumah Tusuk Sate

rumor-rumah-tusuk-saterumahdanproperti

Banyak orang mengatakan bahwa memiliki rumah dengan posisi tusuk sate membawa sial, benarkah demikian? Pandangan tentang rumah tusuk sate membawa sial telah berkembang pada masyarakat kita.

Seorang arsitek bernama Andan Nadriasta, menjawab dengan singkat melalui rubric arsitek di eramulim, bahwa menurut fengsui menilai sebuah bangunan adalah sesuai dengan iklim dan keadaan lingkungannya.

Banyak sekali rumor-rumor yang berkembang di masyarakat kita mengenai lokasi sebuah rumah misalnya, rumah yang menggunakan nomor 13 akan sial, rumah yang lokasinya berdekatan dengan kuburan tidak akan mendatangkan rezeki dan rumah tusuk sate tidak akan mendatangkan keberuntungan bagi pemiliknya. Jika alasan yang demikian sehingga menyebabkan seseorang enggan untuk memiliki rumah dengan keadaan tersebut sungguh sangat bertentangan dengan ajaran agama.

Rezeki, keberuntungan dan lain sebagainya bukan ditentukan dari letak sebuah rumah melainkan sudah menjadi garisan Sang Ilahi, semua nasib seseorang ada ditangan Sang Pencipta Alam Semesta.

Agar alasan-alasan lebih logis dan tidak mengganggu akidah , maka kita mengarah kepada data-data teknis saja seperti jika memiliki rumah tusuk sate harus diamankan dari segi tikungan tempat mobil berlalu. Untuk itu arah yang bertepatan dengan tusuk satenya di-blok saja sehingga jika penghuninya lalu lalang  aman dari motor dan mobil yang menikung di areal itu. Atau dapat juga  meletakkan pohon atau kerei bambu pada sisi lahan tikungan tadi. Sebagai `buffer` atau penyekat yang dapat menghambat sinar matahari. .

Untuk rumah yang ideal memang tergantung dari keadaan lingkungannya. sebaiknya sebuah rumah harus mendapat sinar  matahari pagi, sehingga saat pagi udara terasa sejuk dan sehat dan pada siang hari cukup mendapatkan sinar matahari.

Jika posisi rumah Anda memang tusuk sate , janganlah merasa kecil hati bahwa rumah Anda tidak membawa keberkahan karena itu hanya mitos dan rumor belaka saja, sebaiknya Anda berharap dan berdoa agar rumah Anda menjadi sebuah berkah. Jangan sampai mengharap burung terbang di angkasa namun telur digenggaman terlepas.
Semoga dapat menjadi gambaran bahwa sesungguhnya kita tetap berpegang teguh pada bergantung hanya kepada Yang Maha Kuasa.

Sumber : eramuslim

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Artikel