91 Selasa, 24 Juni 2014 | 12:16:57

Baik Buruk Jadi Vegetarian

baik-buruk-jadi-vegetarianThe Simpsons

Vegetarian merupakan sebuah gaya hidup dimana “penganut”nya tidak mengkonsumsi daging, baik itu daging sapi, kambing, unggas, ikan, maupun produk dan turunannya. Sebagian bahkan juga menghindari produk dari susu dan telur.

Banyak yang percaya bahwa dengan gaya hidup vegetarian, seseorang akan lebih aman dari penyakit-penyakit yang mematikan seperti stroke dan jantung koroner. Hal ini mungkin karena dua penyakit tersebut dipicu oleh konsumsi bahan-bahan makanan dengan kandungan lemak tinggi dan bahan berbahaya, seperti kolesterol.
Walaupun begitu, bukan berarti dengan menjadi vegetarian kita jadi aman dan bebas dari risiko. Prof Dr Ir Ali Khomsan, Guru Besar Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB mengatakan bahwa, “Tetap saja ada risikonya. Sebab, kelompok ini potensial kekurangan pangan hewani. Akibatnya, tak jarang di antara vegetarian yang mengalami anemia atau penyakit kurang darah."


Bahan pangan hewani mengandung zat besi dan vitamin B12 yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, bahan pangan hewani juga terkenal kaya akan protein yang berfungsi untuk tumbuh kembang manusia. Itulah sebabnya anak-anak disarankan secara tegas untuk tidak menjadi vegetarian. "Soalnya, kekurangan protein, terutama protein hewani, dapat menghambat pertumbuhan mereka" imbuhnya.

Seseorang baiknya memutuskan untuk menjadi vegetarian jika masa pertumbuhannya telah selesai, yaitu sekitar umur 18 tahun. Begitu pula dengan olahragawan, kemungkinan daya tahan tubuh dan stamina akan berkurang jika tidak ada asupan pangan hewani sehar-hari. Pangan hewani selain memberikan vitamin dan protein, juga memberikan energi bagi tubuh. "Olahragawan yang vegetarian biasanya akan merasa lebih lemas dibanding yang bukan vegetarian" tambah Ali Khomsan.


Secara umum, vegetarian dibagi menjadi tiga golongan. Yang pertama adalah pure vegetarian, yaitu orang-orang yang benar-benar hanya makan tumbuhan dan tidak mengkonsumsi bahan makanan hewani baik yang langsung maupun olahan. Yang kedua adalah lacto vegetarian. Lacto vegetarian makan tumbuh-tumbuhan tetapi masih mengkonsumsi produk hewani seperti susu dan madu. Sedangkan yang ketiga, lacto-ovo vegetarian, golongan yang paling ramai peminatnya, adalah golongan pemakan tumbuhan yang masih memakan susu, madu, telur, dan olahannya.


Menu utama vegetarian yang sebagian besar meupakan sayur dan buah dinilai tidak cukup untuk mengganti kekurangan vitamin dan protein yang ada pada pangan hewani. Terutama bahan-bahan penting seperti zat besi dan vitamin B kompleks. Sebagai gantinya, vegetarian dapat meminum suplemen di luar bahan makanan pokok. Namun, selama vegetarian tidak merasakan adanya gangguan pada kesehatan, tidak mengkonsumsi suplemen juga tidak apa-apa.

 

Sumber: Peluang Properti

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel