69 Senin, 28 April 2014 | 04:43:24

Mulailah Menggunakan Pembersih Alami

mulailah-menggunakan-pembersih-alami

Polusi air khususnya yang rumah tangga memiliki angka yang cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan deterjen untuk mencuci pakaian. Limbah deterjen disinyalir dapat memicu tumbuhnya enceng gondok di sungai. Enceng gondok dapat menghambat sinar matahari masuk ke dalam sungai sehingga perkembangan ekosistem sungai akan terganggu.

Deterjen sendiri juga menggandung senyawa kimia yang dapat merusak kesehata kulit bahkan dapat memicu kanker. Hal yang sama juga berlaku untuk segala cairan pembersih rumah. Untuk itulah sangat disarankan untuk beralih menggunakan pembersih alami. Simak ulasannya.

Kandungan bahan yang terbuat dari tanaman
Deterjen alami mempunyai kandungan biodegredabel (bahan yang berasal dari materi organik seperti tanaman dan hewan) dan sufactant (sejenis bahan kimia anorganik yang berfungsi seperti sabun, memiliki kemampuan untuk mengurangi kerekatan minyak). Deterjen alami bekerja baik pada air dingin. Untuk itu juga disarankan untuk menggunakan air dingin dalam proses pencucian.

Hidrogen peroksida
Pemutih umumnya mengandung klorin, senyawa yang sangat berbahaya untuk lingkungan.  Disarankan untuk mengganti pemutih dengan menggunakan Hidrogen peroksida dengan konsentrasi 3% yang dapat Anda beli di toko-toko kimia.

Cuka dan air perasan lemon
Kedua unsur ini dapat digunakan sebagai pembersih alami. Dapat digunakan sebagai pembersih piring sampai dapat digunakan pada kamar mandi.

Semoga bermanfaat!

Sumber : Peluang Properti

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel