9 Kamis, 17 April 2014 | 02:48:52

Yuk Bikin Pagar Tanaman!

yuk-bikin-pagar-tanaman

Konsep Go Green yang banyak diusung belakangan ini juga merambah pada pagar rumah. Umumnya pagar rumah terbuat dari materal ‘mati’ yang kokoh seperti besi namun kini banyak orang menggunakan tanaman , material ‘hidup’sebagai pagar. Dengan menggunakan tanaman sebagai pagar, secara tidak langsung Anda telah melakukan penghijauan bagi lingkungan sekitar.

Tidak semua tanaman cocok dijadikan sebagai pagar rumah. Berikut contoh tanaman yang bisa dijadikan pagar rumah.

1. Tanaman Holly
American Holly dan Japanese Holly merupakan tanaman berkarakteristik tinggi yang cocok untuk dijadikan pagar rumah.

2. Pohon Cedar
Termasuk tanaman berkarakteristik tinggi yang cocok digunakan di pagar vila atau rumah-rumah besar.

3 . Pohon Bambu
Pohon bamboo termasuk tanaman yang serba guna. Selain dapat ditaruh didalam rumah, pohon ini juga dapat dijadikan pagar rumah.

4. Pakis
Tanaman ini tidak bisa menjadi pagar tanaman bila berdiri sendiri. Misalnya Pakis Boston dapat menjadi pagar rumah bila ditanam di atas pagar beton.

5. Clementis
Sama seperti pakis, tanaman ini memerlukan penunjang agar bisa berfungsi sebagai pagar rumah. Buatlah pagar kayu dan biarkanlah tanaman ini merambat bersama bunganya yang keunguan.

6. English Ivy
Tanaman ini baik untuk penderita asma dan orang-orang yang memiliki alergi debu. Biasa ditemukan pada tembok kastil-kastil dan sayangnya sulit ditemukan di Indonesia.

Sumber : Peluang Properti

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel