101 Senin, 03 Maret 2014 | 02:40:49

Pembatas Ruangan Tak Selalu Tembok

pembatas-ruangan-tak-selalu-tembok

Hunian berukuran mungil semakin terasa sempit bila terlalu banyak  dinding pemisah. Untuk ruang tidur dan kamar mandi, dinding masif mungkin terbilang mutlak. Tetapi dinding di ruang tamu, keluarga dan ruang makan mungkin bisa dikurangi agar rumah terasa lega dan nyaman. Zonasi dalam rumah sangat penting. Yakni, agar aktivitas dalam rumah dapat tertampung dalam rangkaian ruang yang harmonis. Sekaligus prinsip-prinsip arsitektur rumah sehat tidak dikorbankan. Utamanya pencahayaan alami dan sirkulasi udara.

Karena itu, pembatas ruang atau zona tidak melulu harus tembok. Apalagi, dinding masif dalam rumah dapat mengorbankan sirkulasi udara dan pencahayaan.  Akibatnya rumah terasa panas, sumpek dan lembab. Bagaimana menyiasatinya? Berikut beberapa tips yang mungkin berguna.

1. Bukaan lebar
Bukaan lebar dapat diterapkan di ruang tamu dan ruang makan. Bentuknya dapat berupa pintu geser atau pintu folding. Bukaan yang lebar dapat terarah keluar rumah yaitu ke taman/kolam dan ke teras. Bukaan lebar juga dapat diterapkan pada ruang tidur utama yang mempunyai teras atau taman privat

Dengan bukaan lebar, dua hal sekaligus dapat tercapai. Yang pertama tentu saja aspek pencahayaan alami dan sirkulasi udara. Yang kedua adalah ruang yang dapat extended/diperluas manakala dibutuhkan. Misalnya kalau ada arisan, pesta keluarga atau pengajian.

2. Partisi yang dapat dipindahkan (movable partition)
Banyak rumah modern yang memperkecil ruang tamu bahkan menghilangkannya. Selain keterbatasan ruang, keluarga modern juga jarang menerima tamu yang perlu ruang tamu khusus. Karenanya ruang tamu jarang dipakai. Nah dalam hal ini sebuah partisi yang dapat dipindahkan atau digeser atau dilipat adalah salah satu pilihan.

3. Partisi Imaginer
Yaitu dekorasi rumah yang menimbulkan kesan pembedaan ruang. Tetapi cahaya dan sirkulasi udara tidak dikorbankan. Dalam hal ini anda dapat membuat banyak kreativitas. Semisal partisi imaginer yang dibuat dari kayu bekas, yaitu dolken.

4. Lantai, split level sampai karpet.
Bahkan pembedaan ruang dapat terjadi tanpa harus membuat partisi. Selembar karpet lebar di ruang keluarga sudah mengesankan pembedaan ruang dengan ruang lainnya. Atau jenis keramik/warna cat dingding yang berbeda dari satu ruang ke ruang lain. Ini pun dapat menimbulkan kesan yang diinginkan.

Salah satu bagian dari ruang ditinggikan dengan lantai kayu. Anda bisa meletakkan piano dan menjadikannya  sebagai ruang musik . Selain itu, lantai yang lebih tinggi itu dapat sekaligus difungsikan sebagai storage. Tempat menyimpan karpet dan keperluan lainnya.

Selamat mencoba.

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Bagikan:
Tulis Komentar

4 Komentar

  1. Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
    • Orange-Themes Agustus 29, 12:53

      Ad est audire imperdiet. Cum an docendi assentior. Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

      Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Artikel